Minggu, 15 Juli 2012

Love Delayed (Part 5-END) Karya :Author Richannyda



author: richannyda
cast: Seo JooHyun (child)/Kim Seo Hyun
Cho Kyuhyun
Kim Ki Bum
Im Yoona
other cast: Nyonya Seo
Tuan dan Nyonya Kim
Dokter Jung
Taeyeon
Mr. Andrew
Lee Donghae
…..
…..
karena udah janji, makanya aku post sekarang aja. baca ceritanya sampai selesai yah, chingu! biar gak ada salah faham tentang couple-couple nya ^^
…..
….
Nyonya Kim masih terduduk di tempatnya semula di temani suaminya yang sedang menyesap kopi sedikit demi sedikit menghilangkan rasa lelah setelah seharian mencari nafkah di lautan luas.
“kenapa suamiku tiba-tiba kau mengatakan ini semua?” nyonya Kim memulai pembicaraan setelah lama terdiam karena suaminya mengatakan suatu hal yang membuatnya bingung.
“ini demi Seohyun, bagaimana pun juga kita tidak akan selamanya hidup di dunia ini” Tuan Kim kembali menyesap kopinya, “aku takut kita meninggal sebelum sempat mengatakan semuanya pada Seohyun”
“tapi aku belum siap, suamiku” Nyonya Kim merajuk, “aku juga yakin Ki Bum tidak akan setuju jika kita mengatakan ini semua pada Seohyun”
Nyonya Kim tiba-tiba menjentikan jarinya, “ah iya aku tau, untuk sementara waktu biarkan saja ini semua berjalan seperti ini”
Tuan Kim mengerutkan keningnya, bingung, “maksudmu apa, istriku?”
“biarkan saja Seohyun mengetahui kebenaran ini sendiri”
Pembicaraan mereka terhenti ketika mendengar pintu ruang tamu di ketuk dari luar. Nyonya Kim segera mengambil kunci lalu membukakan pintu.
“kau baru pulang, putriku?” nyonya Kim tersenyum lalu memeluk Seohyun, “bagaimana harimu di rumah sakit?”
“Putri kita baru pulang, isteriku” Tuan Kim mengingatkan, “biarkan dia istirahat dulu”
Seohyun tersenyum, “Tidak apa-apa, ayah!” lalu menutup pintu ruang tamu dan memberikan kuncinya pada Tuan Kim, “Aku masuk dulu, ayah, ibu”
“aku benar-benar tidak sanggup jika harus kehilangan malaikat seperti dia” Nyonya Seo berbisik setelah Seohyun menghilang dari pandangannya, “andai saja Sae Hee kita masih hidup pasti dia akan secantik dan sebaik Seohyun”
“kita pernah kehilangan seorang putri, apa kau tidak berpikir kalau orang tua Seohyun juga pasti merasakan apa yang kita rasakan karena mereka berpisah dengan Seohyun selama sepuluh tahun?”
Nyonya Kim mengangguk mengerti meski hatinya sulit menerima kenyataan ini.
…..
…..
Ki Bum merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Baru saja dia mendengar pembicaraan serius orang tuanya. Ki Bum tau, cepat atau lambat kenyataan ini harus diketahui oleh Seohyun tapi dia hanya takut Seohyun akan meninggalkan keluarganya dan dia juga takut jika Seohyun mengetahui kenyataan bahwa orang yang dicintainya akan menikah dengan sahabatnya.
Ya, Ki Bum tau Seohyun mencintai Kyuhyun karena Ki Bum dapat melihat tatapan sayang yang diberikan Seohyun ketika menatap mata Kyuhyun.
“Oppa”
Kibum beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju pintu kamarnya yang baru saja di ketuk adik tersayangnya, “Ada apa?”
“ini” Seohyun memberikan undangan yang tadi siang dia terima dari dokter Jung, “undangan pernikahan Tuan Kyuhyun dan nona Yoona. Pernikahannya Minggu depan”
Tangan Ki Bum bergetar menerima undangan itu,”dokter Jung memintaku untuk datang sekaligus mewakilinya, kalau Oppa tidak mau lebih baik kita tidak usah datang”
ki Bum tersenyum, “kita harus datang” ucapnya mantap, meski dia tau kalau di pesta itu pasti akan ada banyak orang yang mengenal Seohyun atau bahkan akan ada keluarga Seohyun di sana tapi Ki Bum menahan hatinya untuk tidak egois, setidaknya untuk kali ini saja.
“baiklah, kalau begitu aku ke kamar dulu” Seohyun menutup mulutnya yang sedang menguap karena mengantuk, “jangan lupa acaranya Minggu depan”
Seohyun beranjak meninggalkan kamar Ki Bum, “Hyun-ah” Ki Bum memanggil Seohyun sebelum gadis itu menghilang dari pandangannya. Ki Bum merasa ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan kebenaran ini semua.
“Ye?” Seohyun berbalik.
Ki Bum ingin mengatakan semuanya namun terasa sulit untuk diucapkan, “sebenarnya… “
Seohyun nampak penasaran, “Sebenarnya apa?”
Ki Bum tersenyum setelah berhasil menguasai dirinya, “sebenarnya aku menyayangimu lebih dari apapun. Apapun yang terjadi jangan pernah membenci kami” akhirnya Ki Bum lagi-lagi tidak jadi mengatakan yang sebenarnya.
Seohyun tidak mengerti apa yang Ki Bum katakan, tapi dia hanya menjawab, “tentu saja aku tidak akan membenci keluargaku sendiri”
“…… selamat tidur, Seohyunku sayang”
“Selamat tidur, Ki Bum Oppa”
……
……
Seohyun memegang kepalanya, pusing dia rasakan ketika arus ombak yang dilalui kapal arus membuat kepala penumpangnya seperti berputar-putar, begitu juga dengan kepala Seohyun yang terasa pusing.
Ki Bum memberikan air mineral untuk Seohyun, sedikit menyesal juga dia karena uang yang dia punya tidak cukup untuk membeli tiket pesawat terbang.
“terima kasih, O… “belum sempat Seohyun meminum air itu, tiba-tiba perutnya terasa mual. Seohyun pergi keluar dari kabin kapal diikuti Ki Bum di belakangnya.
Seohyun segera memuntahkan isi perutnya tepat di atas air laut yang terus membuatnya pusing, sementara tangannya memegang pagar pembatas agar tidak jatuh ke bawah.
Ki Bum menghampiri Seohyun lalu mengelus punggung adiknya dengan lembut,”aku minta maaf, kau jadi mabuk laut seperti ini” lalu menatap Seohyun khawatir, “seharusnya tadi kita tidak usah berangkat saja”
Seohyun memaksakan untuk tersenyum, “aku tidak apa-apa, Oppa. Jangan salahkan dirimu ini salahku sendiri karena tidak sarapan”
Ki Bum tersenyum lalu mengacak rambut panjang milik Seohyun, namun tiba-tiba kapal menghantam ombak besar hingga kapal menjadi oleng. Seohyun yang posisinya tepat di pinggir dan sudah tidak memegang pagar pembatas tidak dapat mempertahankan keseimbangannya hingga terlempar ke bawah laut.
“Hyun-ah” Ki Bum berteriak khawatir lalu meneriakan nama Seohyun.
Beberapa awak kapal menahan Ki Bum, namun Ki Bum tidak perduli, dia berontak hingga bisa lepas dari para awak kapal yang menahannya lalu Ki Bum langsung terjun ke laut dan berusaha menyelam mencari adiknya.
Sementara itu, Seohyun yang mulai kehabisan napas merasakan potongan-potongan gambar yang selama ini menyiksanya mulai terlihat dengan jelas.
“Hyunie-ya.. Hyunie-ya”
Itu suara Kyuhyun yang sedang memanggil namanya ketika dia terjatuh dari kapal, sepuluh tahun yang lalu. Kini seohyun dapat mengingat itu semua, semuanya.
“Umma, Yoongie, Kyuhyun aku senang karena ternyata kau sudah mencintaiku”
Seohyun akhirnya tidak sadarkan diri karena sudah tidak ada oksigen di bawah sana dan air laut sedikit demi sedikit masuk melalui hidungnya. Seohyun sudah ingat kalau dia adalah Joohyun, apakah Joohyun harus merasakan berada diantara hidup dan mati untuk yang kedua kalinya?
….
Ki Bum akhirnya berhasil menemukan tubuh Seohyun yang sudah tidak berdaya di bawah sana. Dengan segera dia membawa Seohyun bersamanya.
Beberapa awak kapal membantunya menaikan tubuh Seohyun ke atas kapal, “Seohyun, Hyun-ah! Bangunlah ini Oppa” Kibum menepuk-nepuk pipi Seohyun setelah menekan saluran pernapasan gadis itu, “maafkan oppa karena tidak bisa menjagamu dengan baik”
“uhuk uhuk “ Seohyun memuntahkan banyak air laut. Samar-samar dia membuka matanya dan orang yang pertama kali dia lihat adalah sosok Ki Bum yang sedang menatapnya dengan tatapan cemas dan khawatir.
Ki Bum langsung memeluk Seohyun ketika mengetahui gadis itu sudah sadarkan diri, namun Seohyun langsung melepaskan pelukan Ki Bum dengan kasar.
“kamu kenapa, Seohyun?” Ki Bum bertanya dengan bingung. “Ini Oppa, Ki Bum Oppa”
Seohyun menatap Ki Bum dengan penuh kebencian, “jangan panggil aku Seohyun lagi, aku Joohyun” Seohyun terisak, “dan kau bukan kakak ku”
Ki Bum tercengang, Ki Bum tau suat saat hal ini akan terungkap. Seohyun pantas untuk membencinya oleh karena itu Ki Bum memutuskan untuk membiarkan Seohyun sendiri di kabin agar bisa menenangkan dirinya.
Sementara itu Seohyun masih terisak, dia tidak mengerti mengapa Ki Bum melakukan ini semua padanya padahal Ki Bum sudah tau tentang kebenaran ini. Tapi akal sehatnya mulai bicara, mungkin Ki Bum dan orang tuanya tidak menceritakan ini semua tapi mereka sudah merawatnya dengan sangat baik.
Seohyun membayangkan bagaimana jika keluarga Kim tidak menemukannya, mungkin saja dia akan hidup terlunta-lunta tanpa arah dan tujuan.
Seohyun berpikir kalau dirinya tidak tau diri juga tidak tau terima kasih, dia malah bicara kasar pada Ki Bum, orang yang selama ini menyayanginya selayaknya kakak kandungnya sendiri. Lagi pula hal yang mustahil baginya untuk kembali pada Kyuhyun. Meski Seohyun tau Kyuhyun sudah mencintainya tapi untuk saat ini Yoona lebih membutuhkan Kyuhyun daripada siapapun juga di dunia ini. Lebih baik tidak ada yang tau kalau dia adalah Joohyun, tapi bagaimana dengan Nyonya Seo? Nyonya Seo pasti merindukan dirinya, sang putri semata wayang.
Seohyun memutuskan untuk menghampiri Ki Bum yang saat itu berdiri di dekat pagar pembatas, “Oppa”
Ki Bum menoleh lalu tersenyum, “….Seoh.. maksudku Joohyun”
Seohyun menutup mulut Ki Bum dengan jarinya, “Aku tidak mau ke Seoul, aku jadi adik oppa saja” suara Seohyun terdengar terisak, “tapi aku juga ingin bertemu dengan ibu kandungku, tapi Kyuhyun.. bagaimana kalau Kyuhyun tau aku adalah Joohyun?”
“Kyuhyun sudah tau”
Seohyun kaget mendengarnya, “bagaimana mungkin?”
Ki Bum menjelaskan, “Ya, dia sudah tau tapi rasa penyesalannya membuat dia ragu untuk mengatakan ini semua padamu, terlebih dia merasa harus menjaga dan melindungi Yoona”
“kalau begitu kita ke Seoul saja, tapi oppa harus berjanji tidak akan mengatakan pada Kyuhyun kalau ingatanku sudah kembali” Seohyun menatap mata Kibum, “aku ingin bertemu dengan mereka untuk yang terakhir kalinya, setelah itu aku berjanji tidak akan mengusik kehidupan mereka untuk selamanya”
“Lalu bagaimana dengan ibu mu?”
“aku akan bicara jujur padanya. Aku yakin umma pasti akan mengerti”
…..
…..
Nyonya Seo masih duduk di kursi butiknya,seorang maid menghampirinya dan mengatakan kalau upacara pernikahan sebentar lagi akan di mulai. “Tunggu sebentar lagi”
Nyonya Seo melangkahkan kakinya menuju taman belakang, taman yang paling disukai Joohyun. Tempat dimana dia, Joohyun dan mendiang suaminya menghabiskan waktu bersama. Biasanya Joohyun sering bersembunyi darinya lalu dengan mudahnya dia dapat menemukan gadis kecil itu, dimanapun Joohyun bersembunyi.
“Joohyun-ah, keluarlah! Umma tau kau ada di sana”
Seohyun –yang sedang bersembunyi di balik pohon- keluar menghampiri ibunya, diikuti sang kakak –ki Bum- di belakangnya, “Umma”
Nyonya Seo langsung memeluk putrinya dengan penuh haru, “Joohyunie-ya… ini benar-benar kau Hyunie-ya?”
Seohyun menghapus air mata ibunya lalu memeluk ibunya kembali, “Iya, ini Joohyun umma. Joohyun Umma”
“Joohyun-ku, kau kembali pada umma dengan kondisi baik-baik saja” Nyonya Seo memperhatikan Seohyun dari ujung kaki sampai ujung kepala. “dari awal kita bertemu di acara wisuda, umma sudah yakin kalau kau adalah Joohyun umma”
Seohyun tersenyum, “aku juga senang umma. Selama sepuluh tahun ini aku kehilangan ingatan ku sehingga aku tidak bisa mengingat umma namun ikatan batin diantara kita sungguh kuat sehingga aku bisa merasakan kasih sayang umma”
Nyonya Seo memperhatikan Ki Bum yang berdiri di belakang Seohyun, “Joohyun, dia siapa?”
Seohyun menarik tangan Kibum hingga berhadapan dengan ibunya, “dia Kim Ki Bum, selama ini dia dan orang tuanya yang merawatku seperti keluarga sendiri”
Nyonya Seo tersenyum lalu mengelus bahu Ki Bum, “kau anak yang baik, Kyuhyun banyak menceritakan tentangmu padaku”
Seohyun tercengang, “Kyuhyun?”
“Ya, Umma sudah tau kalau kau masih hidup dari Kyuhyun”pandangan Nyonya Seo menerawang jauh, “kau tau kan kalau hari ini Yoona dan Kyuhyun akan menikah?”
Seohyun menganggukan kepalanya, “tentu maka dari itu aku harap umma tidak mengatakan pada Kyuhyun kalau ingatanku sudah pulih” Seohyun menundukan kepalanya, “aku takut Kyuhyun akan ragu. Kasihan Yoona, saat ini dia sangat membutuhkan Kyuhyun”
Nyonya Seo tersenyum, “aku tau kalau kau akan mengatakan ini, aku bangga memiliki putri sepertimu” lalu menepuk bahu Seohyun, “tapi ketahuilah kalau Yoona tidak mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun hanya mencintai dirimu selama sepuluh tahun ini”
“aku tau, tapi aku yakin cepat atau lambat mereka akan saling mencintai apalagi melihat perhatian Kyuhyun saat Yoona sedang koma” Seohyun tertunduk, “rencananya setelah acara pernikahan ini selesai, aku akan menetap di Jeju. Aku hanya tidak ingin mengusik kehidupan mereka”
“apa maksudmu, nak? Hanya karena Kyuhyun dan Yoona kau tega meninggalkan umma?”
“bukan begitu”Seohyun menjelaskan, “Umma bisa menetap disana juga. Aku melakukan ini demi kebaikan kita bersama”
“baiklah” Nyonya Seo mengalah, “lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“aku akan datang ke pernikahan sebagai Kim Seo Hyun bukan sebagai Joohyun lalu besok kita bisa bersama-sama pulang ke Jeju”
Nyonya Seo mengangguk, “Umma setuju, butik yang di Seoul biar asisten umma yang mengelola untuk selanjutnya nanti kau yang mengelola butik ini”
Nyonya Seo memperhatikan penampilan Seohyun, “astaga mengapa baju mu lusuh begini?”
“Tidak apa-apa, Umma” Seohyun tersenyum, “tadi ada sedikit kecelakaan di kapal”
Nyonya Seo tampak khawatir, “tapi kau baik-baik saja kan?”
“Ya, doa umma yang membuatku baik-baik saja”
Nyonya Seo berdecak, “tapi kau harus tetap mengganti bajumu, bagaimana pun juga kau ini putri ku”
Seohyun tersenyum, “baiklah, terserah umma saja”
“ya Sudah, sekarang kau ke depan dulu. Pilih baju mana yang ingin kau pakai, sekalian kau pilihkan baju untuk kakakmu juga” ucapnya sambil melirik Ki Bum.
“Terima kasih Nyonya”
“apa-apaan kau? Kau ini kakaknya Joohyun, panggil aku umma saja! Karena kau anakku juga”
Ki Bum tersenyum pahit, bagaimana pun dulu dia sempat membuat kedua orang ini terpisah jauh tapi sepertinya tidak ada dendam sedikitpun di hati nyonya Seo.
…….
“Astaga kau benar-benar seperti seorang putri” Nyonya Seo memuji Seohyun ketika Seohyun muncul dari balik kamar pas dengan gaun berwarna putih polos selutut tanpa lengan. Sementara itu Ki Bum terlihat tidak nyaman memakai tuxedo hitamnya.
Nyonya Seo tersenyum, “aku benar-benar bahagia memiliki anak secantik dan setampan kalian. Ayo sopir sudah menunggu kita”
Seohyun tak bergeming, “aku dan Ki Bum Oppa naik taksi saja” Seohyun menolak, “aku takut Kyuhyun akan curiga jika aku datang bersama umma”
“kita baru bisa berkumpul sekarang, kau tega sekali, Joohyunie-ya”
“bukan begitu, tapi—“
“Umma mengerti. Ki Bum, jaga adikmu baik-baik yah”
Ki Bum mengangguk, “tidak perlu khawatir, umma”
Sedan hitam milik nyonya Seo melaju dengan kencang, meninggalkan Ki Bum dan Seohyun yang masih berdiri di depan butik.
“biasanya banyak taksi, kenapa kali ini lama sekali” Seohyun mengeluh.
Ki Bum tertawa, “mungkin banyak taksi ketika umurmu masih 12 tahun, Hyun-ah”
“Oppa, kau jahat sekali”
“maafkan aku” Ki Bum tiba-tiba terpikirkan sesuatu yang sebelumnya tidak dia pikirkan”Hyun-ah?”
“Ye?”
“Ada yang harus Oppa lakukan, kau pergi saja dulu. Annyeong” Ki Bum langsung berlari tanpa memperdulikan Seohyun yang terus memanggil namanya.
……
……
“semoga kau bahagia” Nyonya Seo langsung menyalami Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, “terima kasih atas semua yang sudah umma lakukan untukku dan Yoona”
Kyuhyun berjalan menuju altar, menunggu pengantin wanitanya datang. Kyuhyun terpaku di tempatnya ketika melihat Seohyun memasuki gereja. Namun Kyuhyun mencoba untuk tersenyum ketika gadis itu memilih untuk duduk di deretan kursi yang sama dengan Nyonya Seo.
“mungkin ini takdir kita, Joohyun. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu” Kyuhyun membatin.
Sementara itu, Seohyun –yang sedang duduk dideretan yang sama dengan ibunya- mulai saling berbincang-bincang pelan, takut Kyuhyun curiga dengan tingkah laku ibu dan anak ini.
“aku tidak melihat kakakmu” Nyonya Seo berbisik, “kau tidak meninggalkannya kan? Bagaimana kalau dia tersesat”
“itu tidak mungkin, umma. Ki Bum Oppa tau seluk beluk Seoul karena dulu dia sering ke Seoul sewaktu aku masih di bangku kuliah”
“apa kakakmu mengatakan dia akan kemana?”
Seohyun menggeleng begitu juga dengan Nyonya Seo yang berhenti bertanya. Namun tiba-tiba Nyonya Seo teringat sesuatu, “Yoong kan sudah tidak punya ayah, siapa yang menuntunnya menuju altar?”
“Umma benar”
Kyuhyun menengok ke arah pintu gereja ketika para undangan menyambut kedatangan pengantin wanita. Yoona memakai gaun putihnya dengan riasan sederhana yang membuatnya terlihat sangat cantik, dia berjalan menuju altar didampingi oleh seorang pria yang menuntunnya –kim Ki Bum-
Kyuhyun terlihat kaget melihat laki-laki yang mendampingi Yoona, begitu juga dengan Seohyun dan nyonya Seo yang langsung berdiri dari tempat duduknya karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, “apa yang sedang dilakukan Ki Bum Oppa?” Seohyun bergumam pelan.
Kini Ki Bum sudah berhadapan dengan Kyuhyun. Ki Bum memberikan tangan Yoona kepada Kyuhyun. Kyuhyun langsung mengambil tangan Yoona, namun tiba-tiba saja Yoona menghempaskan tangan Kyuhyun.
“Cepat hentikan ini semua, Kyu!” Yoona berucap dengan lantang meski tatapannya hanya lurus ke depan karena tidak bisa melihat apapun selain kegelapan.
“Apa maksudmu, Yoong?”
“sudah aku katakan kalau aku tidak mau menikah denganmu” Yoona menangis, “dan kau tau, Hyunie-ya melihat kita dengan hati yang sakit”
“Yoong, kau –?”
“Ki Bum Oppa sudah mengatakan semuanya padaku” Yoona tertunduk, “Aku memang sudah tidak mempunyai siapapun di dunia ini, tapi aku masih bisa merasakan kasih sayang kau, Joohyun, Nyonya Seo dan teman-temanku yang lain. Justru jika aku menikah denganmu aku malah akan kehilangan semua itu”
Yoona melanjutkan, “Hyunie-ya, kemarilah!” Yoona menggapai-gapai tangannya mencari keberadaan Seohyun, “aku tau kau sudah mengingat semuanya dan aku juga tau kau ada disini, berhentilah berpura-pura, Hyunie-ya”
Seohyun luluh, dia menghampiri Yoona dan menggenggam tangan Yoona, “Aku di sini, Yoong. Aku selalu berada di sampingmu”
Yoona kembali terisak, “Aku tau itu. Aku mohon kembalilah pada Kyuhyun! Kyuhyun sudah sepuluh tahun menunggumu dan aku tidak mau menjadi penghalang kalian hanya karena kalian merasa kasihan padaku”
Setelah beberapa lama terdiam, akhirnya Kyuhyun berucap, “Lalu bagaimana denganmu, Yoong?”
Yoona tertawa lepas, tawa yang selama ini hilang dari paras cantiknya, “kau benar-benar berpikir kalau tidak akan ada yang mau menikah denganku?”
Kyuhyun terdiam, Yoona melanjutkan, “meski aku tidak bisa melihat, tapi aku tetap lebih cantik dari Joohyun mu”
Kyuhyun tersenyum, “benar, kau lebih cantik Im Yoona”
“Sepuluh tahun yang lalu aku pernah menyukai seseorang dan teman-temanku meledekku saat itu” Yoona tersenyum mengenang kejadian itu, “dan tadi pagi pria itu datang menemuiku. Dia meminta maaf padaku atas semua kesalahan yang dia lakukan dan dia juga menyatakan perasaannya padaku”
“Pria itu –Ki Bum Oppa. Aku yakin bisa bahagia dengan pria yang aku cintai” Ki Bum menggenggam erat tangan Yoona, Yoona melanjutkan kata-katanya, “karena itu kalian juga harus berbahagia”
Yoona meraba-raba mencari tangan Kyuhyun dan tangan Seohyun, lalu menyatukan kedua tangan itu, “Kyu, ajaklah pengantinmu menuju altar”
Kyuhyun tersenyum lalu berkata, “Hyunie-ya, mau kah kau menikah denganku?”
Seohyun tidak menjawab, hanya anggukannya yang menjawab pertanyaan Kyuhyun.
FIN
yang udah baca, jangan lupa RCL yah ^^

Love Delayed (Part 4) Karya :Author Richannyda



Author: richannyda
cast: Seo Joohyun (child)/Kim SeoHyun
Cho Kyuhyun
Kim Ki Bum
Im Yoona
other cast: Dokter Jung
Nyonya Seo
Nyonya dan Tuan Kim
Taeyeon
Mr. andrew
Lee Donghae
Seohyun menghela napas panjang, menikmati udara segar yang selama ini dia lewatkan karena kesibukannya di rumah sakit. Hari ini hari Minggu jadi dia bisa berjalan-jalan sesuka hati.
“sedang menunggu kekasihmu kah?” Seohyun tersenyum pada seorang Tourism di depannya.
“Tidak, hanya mencari udara segar”
Tourist itu mengulurkan tangannya, “ Namaku Andrew dari New York, apa kau tour guide?”
“Bukan, saya penduduk asli di sini”
“berarti nona tau legenda air terjun ini?”
“Tentu saja” Seohyun menyahut, “tapi saya datang ke sini hanya untuk berjalan-jalan”
“Apa kau pernah kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupmu?”
Seohyun mengangguk, “Ya, memoriku selama 12 tahun”
“Kau akan menemukannya disini” Mr. Andrew tersenyum penuh arti, “maafkan aku Agassi tapi sebentar lagi pesawatku akan berangkat”
Seohyun masih memikirkan kata-kata yang di ucapkan Tourism itu. Dia tertawa, mengapa aku harus mempercayai kata-kata Tourism itu? Ini sangat konyol.
….
Ki Bum menunggu dengan cemas, ada apa Dokter Jung ingin menemuinya? Ki Bum segera berdiri menyambut Dokter Jung yang datang bersama pria yang asing untuknya.
“Sudah lama menunggu, Ki Bum?” Dokter Kim bertanya sambil tersenyum.
Ki Bum menggeleng, “Tidak juga, ada apa anda mencari saya?”
“Kenalkan, ini Tuan Cho Kyuhyun” Dokter Jung menunjukan Kyuhyun dengan telapak tangannya, “Tuan Cho, Ini Kim Ki Bum tour guide yang saya ceritakan”
Kyuhyun tersenyum lalu mengulurkan tangannya, “Annyeong Hyung, kau mengingatku?”
Ki Bum mengerutkan keningnya lalu menggeleng, “Tidak, siapa kau?”
“Aku Kyuhyun, temannya Yoona, gadis yang kau tolong sepuluh tahun yang lalu”
Ki Bum tau apa yang di maksud Kyuhyun karena dia sangat mengingat kejadian itu namun Ki Bum pura-pura tak mengingatnya, “Benarkah? Maaf mungkin Tuan salah orang” lalu tersenyum, “Jika sudah tidak diperlukan, saya permisi pulang”
“Tunggu dulu” Dokter Jung menahan Kepergian Ki Bum, “Tuan Cho ingin bertanya banyak hal tentang pariwisata pulau Jeju khususnya Air terjun Cheonjiyeon”
“Maaf tapi saya buru-buru, jika ingin tau banyak hal silakan anda langsung menuju cheonjiyeon. Di sana pasti akan ada banyak tour guide yang dengan sukarela membantu anda”
Ki Bum tidak benar-benar pulang ke rumahnya, dia malah memilih untuk pergi ke rumah sakit. Langkah Ki Bum terhenti ketika dirinya sudah berada di depan pintu kamar inap Yoona. Ki Bum ragu apakah dia harus masuk atau tidak ke ruangan itu.
Akhirnya dengan mantap Ki Bum membuka pintu ICU dan tatapannya langsung tertuju pada tubuh lemah milik Yoona, “Im Yoona” Ki Bum memanggil nama itu dengan pelan, bahkan sangat pelan.
Ki Bum memutuskan untuk duduk di kursi – sebelah ranjang pasien- lalu menggenggam tangan Yoona dengan erat, “Maafkan aku” air mata menetes membasahi pipinya, “Tapi aku belum siap untuk kehilangan Seohyun”
Ki Bum melanjutkan, “Kau boleh menghukum ku sepuas hatimu tapi jangan pernah kau pisahkan kami dengan Seohyun”
Ki Bum memutuskan untuk keluar dari ruang inap Yoona tanpa menyadari bahwa Yoona menunjukan reaksi, tangan Yoona bergerak sedikit demi sedikit.
….
….
Kyuhyun merasa semua ini terasa konyol. Meski tidak bertemu beberapa tahun tapi Ki Bum tidak menunjukan perubahan apapun dan Kyuhyun yakin bahwa itu adalah Ki Bum tour guidenya sepuluh tahun yang lalu, tapi mengapa Ki Bum menunjukan reaksi seolah-olah tidak mengenal Kyuhyun?
Tanpa terasa dia sudah sampai di dekat cheonjiyeon. Kyuhyun turun dari mobilnya setelah berpesan pada sang sopir untuk menunggunya sebentar.
Kyuhyun berjalan menyusuri jalan setapak yang sisi kiri dan kanannya di penuhi oleh bunga-bunga berwarna kuning cerah. Sekarang dia sudah sampai di arena air terjun. Kyuhyun terpaku sesaat, keadaannya sangat sepi tapi ada seorang gadis berambut panjang yang sedang duduk di batu besar.
Gadis itu terus menatap air terjun sehingga kyuhyun tidak dapat melihat wajah si gadis.
“Hyunie-ya, apa mungkin… “Kyuhyun bergumam pelan, “Tapi ini tidak mungkin, Joohyun-ku sudah..”
Gadis itu membalikan tubuhnya sehingga dapat melihatnya Kyuhyun, sementara Kyuhyun hanya terpaku melihatnya.
Gadis itu tersenyum lalu membungkukan kepalanya, “Tuan Cho Kyuhyun, kan?”
Kyuhyun mengangguk, “Kau…”
“Kita pernah bertemu sekali di acara wisuda, saya Kim Seo hyun”
Kyuhyun mengangguk, dia ingat bahwa tujuan awal dia ke sini adalah mencari tau tentang gadis ini, tapi begitu sampai di sini dia malah kehilangan kata-kata.
“ku dengar –banyak tour guide di sini, apa kau juga tour guide?”
“bukan” Seohyun menjawab singkat, “tapi kakak ku adalah tour guide, namanya Kim Ki Bum. Dia sangat hebat dalam menjelaskan apapun yang berhubungan dengan pulau Jeju”
Kyuhyun hanya bergumam pelan melihat Seohyun memuji Ki Bum di hadapannya, “dulu kakak mu pernah menjadi tour guide ku, tapi hanya sebentar karena saat itu kau sedang sakit”
“aku pernah sakit?”
“apa kau lupa?” Kyuhyun bertanya keheranan, “waktu itu dia sampai tidak mengantar kami menjelajahi Jeju karena harus menjagamu. Yah, dia mengatakan kalau adiknya sedang sakit” Kyuhyun menoleh ke arah Seohyun, “apa dia mempunyai adik yang lain?”
Seohyun cepat-cepat menggeleng, “Ah tidak, dia hanya memiliki satu adik dan itu aku. Mungkin aku sedikit lupa ketika aku sakit dulu”
“oya, kau sedang apa di sini, Hyunie-ya?” Kyuhyun bertanya sekedar untuk berbasa-basi.
“Hyunie-ya?”
“itu adalah nama panggilan untuk satu-satunya gadis yang aku cintai. Nama aslinya, Seo Joohyun” Kyuhyun menatap Seohyun,“Nama mu Seo Hyun kan?” Kyuhyun bertanya memastikan, “Bukan hal yang aneh kan jika aku memanggilmu Hyunie-ya?”
Seohyun tidak menjawab, dia malah memegang kepalanya erat-erat, merasakan rasa sakit yang amat sangat menyiksa, tiba-tiba potongan-potongan gambar itu seperti menghimpit masuk ke kepalanya.
Gambaran seorang anak lelaki yang sangat mirip dengan cho Kyuhyun, “Hyunie-ya, yang di bawah itu tas milikmu?”
“Kau mau pindah rumah,Hyunie-ya? Besar sekali tasmu”
Seohyun terus saja memegang kepalanya yang terasa sakit.
Kyuhyun bingung melihat hal itu, “Agassi, kau tidak apa-apa?” Kyuhyun semakin khawatir, “ayo aku antar ke rumah sakit”
….
….
“Kau sudah bangun?” Kyuhyun masih menatap Seohyun dengan cemas, “minumlah, aku akan memanggil dokter” ucapnya seraya memberikan segelas air putih pada Seohyun.
Seohyun mengambil gelas itu, “terima kasih” ucapnya lalu meminum air itu sedikit demi sedikit.
“Hyun-ah, kau tidak apa-apa” Ki Bum langsung menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, “katakan padaku apa yang terjadi!”
“Aku tidak apa-apa, Oppa” Seohyun menjawab dengan lemas.
“Benarkah?” Ki Bum bertanya tak yakin, lalu tatapannya beralih pada Kyuhyun dan langsung memegang kerah kemeja Kyuhyun, “Apa dia yang membuatmu seperti ini?”
Kyuhyun hanya diam, tidak mengatakan apapun pada Ki Bum.
“Bukan” Seohyun yang menjawab, “Justru Tuan Cho yang menolongku. Oppa harus mengucapkan terima kasih padanya!”
Ki Bum melepaskan tangannya dari kerah kemeja Kyuhyun, “maaf, aku sudah salah faham” ucapnya menyesal, lalu tersenyum dan menghampiri Seohyun, “terima kasih sudah menyelamatkan adikku, dia adalah harta berharga ku”
Dokter Jung tiba-tiba masuk ke ruang inap Seohyun dan memeriksa keadaan Seohyun, “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, besok juga kau bisa pulang”
Seohyun tersenyum, “Terima kasih, Dokter”
“Iya, sama-sama Suster Kim” Dokter Jung tersenyum, “Oya Tuan Cho, kondisi Yoona Agassi menunjukan perkembangan yang sangat signifikan”
Ki Bum kaget mendengarnya, baru tadi siang dia melihat kondisi Yoona masih kritis, tapi kenapa sekarang kondisi Yoona membaik?
“Ah, karena Seohyun Agassi keadaannya sudah membaik, saya permisi dulu karena saya harus melihat kondisi Yoona” Kyuhyun berpamitan keluar dari ruang inap Seohyun.
Mengapa aku merasa sakit melihat perhatian Tuan Cho begitu besar pada Nona Yoona? Nona Yoona pasti sangat senang memiliki seseorang sebaik Tuan Cho.
….
Malam itu Seohyun benar-benar tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya terus menerus beralih pada Kyuhyun dan Yoona.
Seohyun melihat Ki Bum sudah tertidur dengan pulas di sofa. Seohyun bangun dengan hati-hati dan melangkah dengan hati-hati juga keluar dari kamar, takut sang kakak terbangun dan mencengahnya pergi.
Tanpa sadar dia sudah berada di depan ruang inap Yoona. Suara tangisan, Seohyun dapat mendengarnya meski samar-samar.
Seohyun sangat yakin kalau itu adalah suara isakan dari Kyuhyun. Ada rasa tidak rela muncul dari hatinya, mengapa rasanya sesakit ini?
Seohyun mencoba melihat keadaan di dalam ruang inap Yoona melalui kaca kecil di pintu. Seohyun dapat melihat Kyuhyun memegang erat tangan Yoona tanpa melepaskannya sedikitpun, “Yoong” tiba-tiba bibir Kyuhyun bergerak, menyebut nama panggilan gadis itu dengan penuh perasaan. “bangunlah, aku mohon”
Hati seohyun merasa teriris melihat dan mendengar itu semua, tanpa sadar pipinya sudah basah oleh air matanya sendiri.
“Yoongie” kali ini isakan Kyuhyun lebih hebat begitupun isakan dirinya.
….
….
Baru saja Kyuhyun keluar dari ruang inap Yoona, Ki Bum langsung masuk diam-diam untuk melihat kondisi Yoona. Sementara Seohyun sudah dia antar pulang tadi pagi.
Ki Bum mulai mengajak Yoona berbicara, “aku senang kau sembuh” lalu tersenyum, “aku juga yakin kalau kau akan langsung mengenali Seohyun jika kau bertemu dengannya”
Ki Bum melanjutkan, “Seohyun adalah sahabatmu yang tenggelam waktu kalian dalam perjalanan pulang” Ki Bum merasa bebannya berkurang setelah mengatakan ini, lagi pula Yoona tidak mungkin mendengarnya. Meski nanti dia sudah sadar, tapi Ki Bum yakin kalau Yoona tidak mungkin mengingat apa saja yang sudah dia katakan, “Aku menemukannya di pinggir pantai”
“saat itu keluargaku masih terpukul karena Kepergian adikku, Kim Sae Hee.tapi sejak kedatangan temanmu, kondisi keluargaku menjadi penuh dengan canda dan tawa. Dia juga mengira kami adalah keluarganya karena dia mengalami amnesia dan kami memberikan nama baru untuknya, Kim Seo Hyun”
Tiba-tiba pintu kamar inap Yoona terbuka, kyuhyun tertunduk lesu setelah mendengar semua yang dikatakan Ki Bum, “jadi.. Seohyun itu benar-benar… Seo Joo Hyun ku?”
Ki Bum tidak menjawab, dia masih shocked karena kedatangan Kyuhyun begitu tiba-tiba.
Kyuhyun yang sedang kalap langsung menghampiri Ki Bum dan memberikan pukulan bertubi-tubi di perut Ki Bum, tanpa memperdulikan kondisi Yoona yang masih terbaring lemah di dekatnya, “mengapa kau lakukan semua ini, hah?” Kyuhyun berteriak keras, “apa kau tau apa yang aku rasakan selama sepuluh tahun ini, hah?”
Ki Bum tersenyum melecehkan Kyuhyun, lalu berkata, “ayo, pukul aku sampai kau puas” lalu memegang perutnya yang masih terasa sakit karena pukulan Kyuhyun, “sekarang apa yang akan kau lakukan? Kau akan memberi tahu Seohyun tentang ini semua?”
“tentu, tentu saja aku akan mengatakan ini semua pada Seohyun” Kyuhyun mengancam, “supaya Seohyun tau kalau dia adalah Joohyun dan supaya dia tau kejahatanmu yang ingin memisahkan Joohyun dengan kehidupannya yang dulu”
“lalu apa lagi yang akan kau katakan?” Ki Bum menantang, “apa kau akan mengatakan juga padanya kalau kau tak menolongnya dan tidak mencarinya sama sekali?”
“Diam!” Kyuhyun berteriak, “tim pencari sudah mencarinya kemana-mana namun mereka tidak menemukan apapun tentang keberadaaan Joohyun”
“dan kau cukup puas dengan bantuan tim pencari?” Ki Bum tersenyum meremehkan, “sekarang, coba kau katakan apa yang membuat Seohyun terjatuh dari kapal”
Kyuhyun hanya terdiam, “Joohyun jatuh karena… “
Lagi-lagi Ki Bum tersenyum sinis, “Sudah aku duga, kau pasti yang membuat Seohyun celaka iya kan?” Ki Bum melanjutkan, “jika nanti Seohyun mengetahui masa lalunya, dia pasti akan membencimu dan dia juga akan menderita lagi sama seperti apa yang pernah kau lakukan padanya dulu”
Kyuhyun terdiam, dia ingat apa saja yang dulu dia lakukan pada Joohyun sampai akhirnya Joohyun terjatuh dari kapal dan Kyuhyun hanya puas dengan bantuan Tim pencari tanpa berusaha mencari Joohyun dengan usahanya sendiri. Sekarang semua penyesalan baru dia rasakan.
Ki Bum berdiri di tempatnya lalu berkata, “lupakan saja apa yang kau dengar hari ini, lupakan saja kalau kau pernah bertemu dengan gadis yang mirip dengan gadis di masa lalumu dan segeralah pulang ke Seoul”
Ki Bum melanjutkan, “Joohyun mu sudah memiliki kehidupan sendiri di sini, jangan usik kehidupannya dan jangan katakan pada siapapun kalau Kim Seo Hyun adalah Seo Joohyun. Aku yakin kau pasti bisa mendapatkan gadis manapun yang kau suka, tapi tidak dengan Seohyun karena Seohyun hanya milik ku dan milik orang tuaku”
“aaarrrgghh” ucapan Ki Bum terhenti ketika mendengar suara milik Yoona.
Kyuhyun segera menghambur menghampiri Yoona, “Yoong, kau sudah sadar? Yoong”
Yoona perlahan menggerakan tangannya lalu membuka matanya sedikit demi sedikit.
“Kyu.. Kyuhyun” Yoona berteriak histeris.
Kyuhyun menggenggam tangan Yoona dengan erat, “iya, Yoong! Ada apa? Aku di sini”
Sementara itu, Ki Bum memperhatikan Yoona dengan tatapan cemas dan khawatir.
“bos Kyuhyun, tolong nyalakan lampunya” Yoona terisak, “aku mohon nyalakan lampunya”
…..
…..
Seohyun sudah mulai bekerja seperti biasa. Dua hari yang lalu Ki Bum memberi tahu dirinya kalau Yoona sudah sadar tapi kecelakaan yang menimpanya membuat Yoona mengalami kebutaan. Dengan hati-hati, Seohyun masuk ke ruang inap Yoona. Dilihatnya gadis itu sedang tertatih-tatih duduk di ranjang pasien lalu mulai menangis.
Yoona sepertinya tidak menyadari kehadiran seorang suster didekatnya, “Hyunie-ya, selama aku koma aku merasakan kehadiranmu di sampingku” Yoona berucap sambil terisak, “Mengapa kau tidak mengajakku ikut bersama mu? Kau benar-benar sahabat yang jahat, Hyunie-ya!”
Seohyun semakin miris mendengar kata-kata Yoona berikutnya, “Aku sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini dan sekarang aku harus kehilangan pengelihatanku” Yoona tersenyum perih, “matipun tidak akan ada yang memperdulikanku, sementara dirimu banyak orang yang bersedih karena kematianmu. Kasihan nyonya Seo dan Kyuhyun”
Seohyun memutuskan untuk keluar dari kamar Yoona sembari menghapus air matanya sesekali tanpa sengaja dia berpapasan dengan Kyuhyun. Kyuhyun hanya berjalan melewatinya tanpa bicara sepatah katapun.
Seohyun bingung apa yang sebenarnya terjadi atau mungkin Kyuhyun seperti itu karena dia sedang bingung menghadapi kondisi Yoona saat ini, itulah yang dipikirkan Seohyun.
…..
Kyuhyun merasa hatinya sakit ketika berpapasan dengan Joohyun tapi dia tidak bisa memeluk gadis itu dan tidak bisa mengatakan kalau dia sangat menyayanginya karena saat ini Joohyun adalah Seohyun dan Kyuhyun takut Seohyun akan membencinya jika Seohyun tau tentang masa lalunya.
kyuhyun masuk ke ruang inap Yoona dan langsung duduk di dekat gadis itu, “Sudahlah jangan menangis” Kyuhyun berbisik di telinga Yoona sambil menghapus air mata gadis itu.
Yoona menghentikan isakannya, “sekarang aku benar-benar sudah tidak berguna, Kyu” Yoona tersenyum pahit, “dengan keadaanku yang sekarang, tidak akan ada satu pria pun yang melirikku”
Kyuhyun memeluk Yoona dengan erat, bermaksud untuk menghibur gadis itu, “aku akan menikahimu”
Yoona melepaskan pelukan Kyuhyun, “apa maksudmu? Aku tidak mau mengkhianati Joohyun” Yoona langsung berdiri menjauhi Kyuhyun dengan tangan menggapai-gapai benda di sekitarnya, sampai tanpa sengaja dia menubruk sofa dan terjatuh.
Kyuhyun langsung menghampiri Yoona dan memeluk gadis itu, “Kau tidak mengkhianati Joohyun, Joohyun sudah tidak ada di dunia ini” Kyuhyun berkata bohong, “dan aku yakin jika hanya kau satu-satunya gadis yang direstui oleh Joohyun untuk menjadi pengganti dirinya”
Yoona menangis sesenggukan, “Hyunie-ya, maafkan aku! Maafkan sahabatmu yang jahat ini”
Kyuhyun memegang bahu Yoona, “Percayalah! Joohyun akan bahagia melihat kita, besok aku akan mengurus kepulangan kita ke Seoul dan aku juga akan mengurus pernikahan kita”
……
……
Seohyun melakukan tugasnya seperti biasa, memeriksa keadaan pasien dan menanyakan keluhan-keluhannya untuk selanjutnya dia diskusikan dengan Dokter Jung.
Sudah sebulan sejak Kepergian Kyuhyun dan Yoona yang pulang ke Seoul. Seohyun ingat kalau saat itu Kyuhyun bahkan tidak mengatakan sepatah katapun padanya, begitu juga dengan Yoona. Kyuhyun sepertinya sangat takut jika Yoona berbicara dengan Seohyun.
Kyuhyun dan Yoona mungkin hanya tamu yang singgah sebentar di kehidupannya. Seohyun tidak mau terlalu memikirkan hal itu.
“suster kim, apa anda tidak mendengarku?” Seohyun kaget mendengar ucapan Dokter Jung, “kalau tidak enak badan, lebih baik istirahat dulu”
Seohyun menggeleng, “saya baik-baik saja, dokter”
Dokter Jung tersenyum lalu memberikan amplop berwarna biru muda kepada Seohyun, “ini apa?” Seohyun bertanya bingung.
“itu undangan pernikahan”dokter Jung menjelaskan, “Minggu depan Yoona Agassi dan Tuan Kyuhyun akan menikah, suster Kim, saya dan Ki Bum di undang”
Seohyun tersentak mendengarnya, “ah saya senang, mereka pasangan yang sangat serasi”
“saya tidak bisa menghadiri acara itu karena harus menghadiri seminar” Dokter Jung melanjutkan, “tapi saya harap suster Kim dan Ki Bum bisa datang karena nona Im sangat mengharapkan kedatangan kalian, masalah akomodasi tidak perlu khawatir karena saya akan mengurusnya”
Seohyun mengangguk, “baik, saya akan membicarakannya dengan kakak saya”
…..
…..
Nyonya Seo masih mengacak-ngacak puluhan tuksedo di hadapannya. Kedua orang tua Kyuhyun di Amerika sudah mempercayakan semuanya pada Nyonya Seo. Nyonya Seo sendiri merasa harus bertanggung jawab dengan ini semua karena kedua orang tua Yoona sudah meninggal dunia sementara kondisi Yoona sekarang ini tidak memungkinkan untuk mengurus semuanya seorang diri.
“Umma, menurut umma bagaimana yang ini?” Kyuhyun keluar dari kamar pas dengan tuksedo hitam yang membuatnya terlihat semakin dewasa.
Nyonya Seo merapikan tuksedo milik Kyuhyun lalu menepuk bahu pemuda itu dengan lembut, “kau terlihat seperti seorang pangeran” tatapan mata Nyonya Seo menerawang jauh, hingga tanpa sadar membuat pipinya basah, “dulu aku sempat membayangkan kau memakai tuksedo hitam sementara putriku, Joohyun memakai gaun berwarna putih lalu kalian bergandengan tangan menuju altar”
Kyuhyun kembali di hinggapi rasa bersalah, “apa umma siap jika aku mengatakan sesuatu pada umma?”
Ketulusan yang di miliki Nyonya Seo membuat Kyuhyun tidak sanggup lagi menyimpan semua yang dia tahan selama ini, “Apa yang akan kau katakan itu ada hubungannya dengan Joohyun ku?”
Kyuhyun mengangguk mantap. Kali ini dia sudah siap untuk menceritakan ini semua, “sebenarnya Joohyun putri anda, dia— masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja”
Nyonya Seo tercengang mendengarnya, “kau tidak sedang membohongi ku kan kyuhyun?”
Kyuhyun menceritakan semuanya pada nyonya Seo, mulai dari dia pergi ke Jeju sampai akhirnya dia mengetahui kebenaran itu dan memutuskan untuk menikahi Yoona karena merasa tidak mungkin baginya untuk bersatu dengan Joohyun terlebih kenyataan yang mengharuskannya untuk menjaga dan melindungi Yoona dengan keadaannya yang seperti ini.
“Aku—ingin bertemu dengan putriku, Joohyun” kalimat itulah yang pertama kali diucapkan Nyonya Seo setelah mendengarkan penuturan dari Kyuhyun, “kau bisa mengantarkanku ke Jeju? Mereka bisa saja memisahkan Joohyun darimu tapi mereka tidak boleh memisahkanku dari darah dagingku sendiri”
“kita tidak bisa datang ke Jeju lalu tiba-tiba mengatakan kalau Seohyun adalah putri umma. Lagi pula Seohyun bisa saja menolak umma karena umma tidak ada dalam memory ingatannya”
Nyonya Seo tertunduk lesu, “bahkan ketika aku sudah mengetahui keberadaannya, aku tetap tidak bisa memeluknya, tidak bisa mengatakan kalau aku sangat merindukannya”
“umma, Joohyun akan datang di pernikahanku” Kyuhyun tersenyum, “Yoong mengundangnya datang”
Joohyun putriku, aku senang karena bisa bertemu denganmu, bisa melihatmu meski mungkin kau tak akan mengenaliku tapi bagaimana denganmu? Apa kau akan baik-baik saja melihat orang yang sangat kau cintai bersanding dengan sahabatmu yang sangat kau sayangi? Umma tau meski kyuhyun tidak ada dalam memori ingatanmu tapi Kyuhyun tetap ada dalam hatimu, kan? Hatimu tidak mungkin akan baik-baik saja melihat ini semua.
Tapi umma yakin kau adalah sosok yang tegar, kau pasti akan mengerti kalau Yoong lebih membutuhkan Kyuhyun mu untuk saat ini, umma harap hati mu tidak akan sakit, joohyun putriku.
…..
…..
TBC
oke sebelumnya makasih buat adikku yang udah berbaik hati ngijinin aku numpang post ff disini pake akun wordpress dia. dan buat reader juga makasih udah RCL ff aku, jujur ini adalah ff series pertama aku yang pake cast seokyu hehe
dan part 5 itu adalah part terakhir mungkin terlalu cepat ending tapi kalo di perpanjang lagi takutnya inti ceritanya malah muter-muter. part 5 pengennya di post besok tapi besok rencananya mau nengok kakek yang lagi sakit. jadi aku post lusa gak apa-apa kan?