Author: richannyda
cast: Seo Joohyun (child)/ Kim Seo Hyun
Cho Kyuhyun
Kim Ki Bum
Im Yoona
Other cast: Nyonya Seo
Tuan dan Nyonya Kim
Taeyeon
Dokter Jung
mr. Andrew
Lee Donghae
ini lanjutan ff kakak ku. jangan lupa RCL yah chingu ^^
….
….
“Umma kenapa diam terus dari tadi?” Kyuhyun memperhatikan Nyonya Seo. Kyuhyun duduk di kursi belakang bersama Nyonya Seo, sementara Yoona duduk di kursi depan bersama sopir perusahaan.
Nyonya Seo menoleh ke arah Kyuhyun, “Aku memikirkan gadis yang tadi menabrakku”
“oh, gadis itu! Memangnya ada apa dengannya?”
“Apa kau tidak berpikir kalau dia mirip dengan putriku?”
Nyonya Seo salah, bahkan sejak awal bertemu Kyuhyun sudah merasakan ikatan batin yang sangat kuat dengan gadis itu tapi dia tidak menceritakannya pada nyonya Seo karena dia takut akan menambah pikiran nyonya Seo. Karena logikanya meski gadis itu mirip Joohyun tapi dia bukan Joohyun, bukannya orang yang sudah mati itu tidak akan hidup lagi?
“seharusnya tadi kau membiarkanku berkenalan dengan gadis itu”
Bukannya tidak boleh, tapi Kyuhyun hanya takut nyonya Seo akan terpukul jika tau gadis itu buka Joohyun putrinya.
“aku sudah kehilangan suamiku saat Joohyun masih kecil dan sepuluh tahun yang lalu Joohyun meninggalkanku juga”
“jangan bicara seperti itu, umma! Umma masih memiliki aku, Yoona, Taeng dan teman-teman Joohyun lainnya, mereka anak-anak umma juga” Kyuhyun mencoba menghibur Nyonya Seo.
“Tapi Kyuhyun-ah, mungkin saja dia Joohyun ku”
“gadis yang umma tabrak tadi adalah lulusan terbaik di universitas” Kyuhyun mencoba menjelaskan, “dan namanya adalah Kim Seo hyun, Umma jangan terlalu terpaku pada mendiang Joohyun. Joohyun akan sedih jika melihat umma seperti ini”
Nyonya seo terdiam, namun butiran-butiran kristal mengalir dari pelupuk matanya, “dia gadis yang pintar sama seperti putriku yang sangat pintar meski ceroboh”
Sementara itu, Yoona –yang duduk di kursi depan- mulai berpikir. Ini adalah hal yang janggal, pertama dia bertemu dengan tour guide di Jeju dulu dan nyonya Seo bertemu dengan gadis yang mirip Joohyun.
Apa mungkin kejadian ini saling berhubungan? Joohyun menghilang sepuluh tahun yang lalu dan untuk apa Ki Bum datang ke sini? Bukankah Ki Bum tinggal di Jeju. Satu hal lagi, Ki Bum dan gadis yang bernama Seo Hyun itu sama-sama memiliki marga Kim.
Apa mungkin gadis itu adiknya Ki Bum? Tapi tadi mengapa Ki Bum tergesa-gesa meninggalkannya, seolah Ki Bum menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin di ketahui olehnya, apa mungkin Ki Bum menyembunyikan sesuatu tentang Joohyun? Yoona berpikir kalau dia harus mencari tau tentang kebenaran ini semua.
Yoona menggelengkan kepalanya, apa yang kau pikirkan, Yoong? Apa rasa rindumu pada Joohyun sudah membuatmu berpikir macam-macam? Sadarlah, Yoona!
……….
……….
Seohyun menelungkupkan badannya yang lelah di kamarnya yang sederhana. Dia masih marah karena Ki Bum sudah membohonginya dengan mengatakan bahwa ummanya sakit.
“Hyun-ah, maafkan Oppa”
“Hyun-ah”
Seohyun menutup telinganya dengan bantal. Dia enggan menyahut ataupun membukakan pintu untuk kakaknya.
“maafkan kakakmu, Hyun-ah! Dia pasti tidak bermaksud seperti itu” kali ini dia mendengar sang Ibu yang berbicara.
Seohyun dengan malas membukakan pintu untuk Ibu dan kakaknya, “Iya aku maafkan”
Ki Bum mengacak rambut Seohyun gemas, “Terima kasih, anak nakal”
“Oppa rambutku kusut”
Nyonya Kim tersenyum, “Baiklah kalian istirahat dulu, Ibu akan menutup dulu restoran ikan kita”
“Ibu” Seohyun memanggil Nyonya Kim sebelum Nyonya Kim beranjak pergi.
Nyonya Kim menoleh, “Ye?”
“Appa belum pulang?”
“Iya, Ayahmu masih mencari ikan di laut mungkin besok pagi baru sampai”
Seohyun mengangguk lalu masuk lagi ke kamarnya. Keluarganya sibuk mencari uang. Setiap malam ayahnya pergi mencari ikan sementara Ibunya sibuk melayani pembeli di kedai Ikan miliknya dan kakaknya sibuk menjadi tour guide.
Seohyun membuka tas lusuh miliknya, di ambilnya surat kelulusan yang baru tadi pagi dia terima. Selembar surat berharga yang dia dapat dengan susah payah, dengan mengandalkan beasiswa dari yayasan.
“Mungkin mulai besok aku akan mulai mencari uang” Seohyun bergumam pelan lalu menyimpan kembali surat kelulusannya di tas.
Seohyun kembali merebahkan tubuhnya. Matanya menerawang mengingat kejadian tadi siang. Seorang pemuda tampan, gagah dan berwibawa. Hanya gadis beruntung yang bisa mendapatkan pria seperti itu. Seorang Nyonya besar kaya raya dan memaaf, pasti anaknya akan bangga memiliki Ibu seperti nyonya itu.
Seohyun masih ingat jantungnya berdegup dengan kencang ketika Tuan Muda itu mengucapkan selamat padanya dan Tuan Muda itu melihatnya dengan terpaku. Apa mungkin ini rasanya menyukai seseorang? Ah apa yang kau pikirkan, Seohyun? Siapa dirimu berani-beraninya menyukai Tuan muda kaya itu?
Apa mungkin Nyonya besar dan Tuan muda itu adalah bagian dari masa lalunya?tapi itu tidak mungkin. Sejak lahir sampai dewasa dia tinggal di Jeju dan tidak memiliki sanak saudara di Seoul, bagaimana mungkin Nyonya dan Tuan muda itu bagian dari masa lalunya.
Stop berkhayal, Hyun-ah! Jangan berharap menjadi Cinderella yang mendapatkan pangeran kaya. Meski pintar, tapi kau hanya anak dari seorang nelayan. Kau tidak sederajat dengan pria itu.
….
….
Yoona masih sibuk mencari-cari file dokumen tentang universitas yang tadi dia kunjungi. Dia mencari tau tentang daftar mahasiswa yang baru di wisuda.
“ehem”
Yoona kaget mendengar dehaman itu. Dengan ragu dia membalikan tubuhnya.
Kyuhyun berdiri menatap Yoona dengan tatapan ingin tau, “Ini bukan jam kerja, Yoong” Kyuhyun mengingatkan, “Apa yang kau lakukan di ruangan kerjaku?”
Yoona membungkukan badannya berulang kali, “maafkan kelancangan saya, Bos! Saya pantas di hukum berat”
“aku tidak butuh permintaan maafmu, Im Yoona!” Suara Kyuhyun mulai meninggi “Aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku, apa yang kau lakukan di ruanganku malam-malam seperti ini?”
Yoona terkejut mendengarnya, “A.. Aku mencari data tentang gadis yang bertemu dengan mu dan Nyonya Seo”
Kyuhyun tertunduk lesu, “Aku tidak mengerti dengan ini semua. Mengapa kau dan umma menganggap gadis itu adalah Joohyun?” Kyuhyun terisak, “Bukankah dulu kalian yang selalu menyemangatiku untuk melepaskan kepergian Joohyun? Tapi mengapa sekarang kalian malah…”
“Kyuhyun”
Kyuhyun menatap Yoona, “Kau pulanglah!”
“Tapi.. Bos”
“Aku menyuruhmu pergi, Im Yoona!!”
Yoona mengangguk mengerti, dia melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun.
….
….
Sejak bertemu dengan gadis itu, Kyuhyun menjadi sering uring-uringan, pekerjaan kantor terbengkalai karena suasana hatinya yang tidak menentu. Berulang kali orang tuanya menawarkan banyak gadis padanya tapi tak satu pun dapat menggantikan posisi Joohyun di hatinya.
“Terserah umma saja, bukankah biasanya umma yang mengatur” Kyuhyun kembali memeriksa file perusahaan sementara tangannya yang satu lagi memegang ponsel.
Kyuhyun heran, Ibunya ada di Amerika tapi masih sering mengatur hidupnya.
“Iya, aku mengerti. Apa? Apa Ibu sudah gila?”
“………….”
“iya aku tau ibu tidak gila, tapi kenapa harus aku yang menemui klien di Jeju?”
Kyuhyun menghela napas lelah. Sejak kejadian malam itu, Yoona sudah tidak pernah menampakan dirinya di depan Kyuhyun. Kyuhyun merasa lelah karena harus mengurus semuanya seorang diri.
“Apa?sekretaris baru?”
Kyuhyun memutar otaknya dengan cepat. Sebelum Yoona datang, sudah banyak sekretaris yang memundurkan diri karena tidak tahan dengan sikap Kyuhyun. Hanya Yoona yang mengerti dirinya tapi Yoona malah pergi meninggalkannya.
Kyuhyun menutup sambungan internasional dengan Ibunya lalu memencet kontak nama Yoona, namun hanya suara operator yang terdengar mengatakan bahwa nomor tersebut tidak aktif atau di luar area.
Kyuhyun mulai putus asa. Dia memencet nomor lain, nomor rumah Yoona.
“Saya Kyuhyun, atasan Yoona. Bisa bicara dengan Yoona?”
“Nona sedang pergi, sudah dua hari ini dia tidak pulang” Maid itu menjelaskan.
“kalau boleh tau, Yoona pergi ke mana?”
“Nona mengatakan kalau dia ada proyek di Jeju dari perusahaannya”
Kyuhyun memutuskan sambungan telepon. Yoona mengatakan kalau dia ke Jeju untuk urusan perusahaan tapi bukankah Yoona tidak tau kalau ada proyek bertemu Klien di Jeju? Apa mungkin ini hanya alasan Yoona agar maid nya tidak cemas? Tapi untuk apa Yoona ke Jeju?
Kyuhyun memencet tombol yang menghubungkan ke ruang sekretariat, “Ada yang bisa saya bantu, PresDir?”
“Tolong ambil file dokumen tentang universitas Seoul bagian mahasiswi yang kemarin baru di wisuda!”
“baik, akan saya ambil. Mohon tunggu sebentar, Pak”
Setelah agak lama menunggu, salah satu staf dari bagian sekretariat masuk ke ruangan Kyuhyun dan memberikan beberapa dokumen untuknya. Kyuhyun mempersilakan staf itu untuk kembali ke ruangannya dan dia langsung memeriksa dokumen itu.
“Tidak salah lagi, ini orangnya” Kyuhyun bergumam pelan. Dia memperhatikan foto itu dengan seksama.
Kyuhyun tersenyum melihatnya, “gadis yang sangat cantik, jika Joohyun ku masih hidup pasti dia akan mirip dengan gadis ini”
Kyuhyun mulai membaca profil gadis itu. Namanya benar-benar Kim Seohyun, lahir setahun di bawahnya tepat tanggal 2 februari, tunggu dulu bukankah 2 februari itu hari dimana Joohyun tenggelam?
Kyuhyun semakin penasaran, dia membuka biodata Seohyun yang lainnya. Tempat tinggal di.. Pulau jeju?
Kyuhyun menutup dokumen itu. Apa mungkin Yoona pergi ke Jeju untuk menyelidiki hal ini? Kyuhyun segera menelepon Ibunya yang di Amerika, terdengar suara ibunya yang berceloteh memarahi Kyuhyun karena tadi menutup telepon secara sepihak.
“maafkan aku, ibu tapi ada kabar baik untuk ibu.. aku mau menemui klien di Jeju dan aku akan mulai mencari pendamping hidup”
….
….
Seohyun melangkahkan kakinya dengan riang. Hari ini adalah hari pertama dia masuk kerja di rumah sakit Jeju.
Seohyun membungkukan badannya ketika berpapasan dengan seorang dokter senior. Dokter itu menatap Seohyun ragu, “nama mu Kim Seo Hyun kan?”
Seohyun mengangguk lalu mengangkat wajahnya, “ Dokter benar, saya Kim Seohyun”
“Saya Dokter Jung. Mungkin kau lupa tapi saya adalah dokter yang menolongmu ketika kau baru saja mengalami amnesia”
Seohyun mencoba mengingat, “Ah saya ingat, maaf tadi saya tidak mengenali dokter padahal dokter lah yang menyelamatkan nyawa saya”
“Tidak apa-apa” Dokter Jung tertawa, “kalau boleh tau, apa yang kau lakukan disini?”
“saya bekerja di sini sebagai perawat mulai hari ini” Seohyun menjawab dengan sopan.
Dokter Jung menganggukan kepalanya, “baiklah, selamat bergabung bersama kami. Jika ada yang tidak kau mengerti jangan sungkan bertanya padaku” Dokter Jung tersenyum, “aku permisi dulu, suster Kim. Ada pasien yang keadaannya parah”
Seohyun mengangguk membiarkan Dokter Jung berlalu dari hadapannya. Samar-samar dia mendengar percakapan suster lain.
“Iya, keadaannya parah sekali. Aku tidak yakin nona cantik itu bisa selamat”
Suster lain menyahut, “yang ku dengar dia itu dari Seoul… eerr namanya Im Yoona”
Im Yoona? Nama itu kenapa sangat familiar?
“ sepertinya dia tidak akan selamat. Dia koma dan kemungkinan untuk selamat sangat kecil”
Seohyun sudah tidak sabar, dia segera menghampiri kedua suster itu, “maaf, kalau boleh saya tau dimana ruangan pasien yang kalian maksud?”
“kau suster baru?” salah satu suster itu melihat seohyun dari ujung kaki sampai ujung kepala, “pasien itu ada di ruang ICU”
….
Seohyun menutup pintu ICU dengan hati-hati, dilihatnya Dokter Jung tengah sibuk memeriksa pasien itu.
“eh, suster Kim” Seru Dokter Jung kaget.
Seohyun masih diam, dia memperhatikan wajah Yoona lekat-lekat…
“Dia korban tabrak lari, sayang sekali nasibnya tidak secantik wajahnya”
Seohyun memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.
“ Hyunie-ya, bangunlah! Semua orang sudahmenunggukita” Seohyun seolah dapat melihat bayangan dua gadis kecil dengan samar-samar, salah satu gadis itu memiliki wajah yang mirip dengan Im Yoona sementara gadis yang satunya lagi masih tertidur dengan pulas sehingga Seohyun tidak dapat melihat wajah gadis yang satunya lagi.
Dokter Jung memegang kepala Seohyun, “Suster Kim, anda tidak apa-apa?”
Seohyun menggeleng pelan, “Aku tidak apa-apa”
“lebih baik kita keluar saja” Dokter Jung memberi saran, “Nona Im Yoona membutuhkan waktu untuk istirahat”
“tolong izinkan saya tetap disini” Seohyun memohon, “saya berjanji tidak akan mengganggu Nona Im Yoona”
Dokter Jung mengangguk lalu meninggalkan seohyun hanya berdua bersama Im Yoona di ruangan ICU.
Seohyun kembali menatap wajah di depannya, “kau siapa? Apa kita saling mengenal? Ku mohon bangunlah” Seohyun berucap seolah bisa berbicara dengan gadis itu.
Entah mengapa Seohyun seolah-olah dapat merasakan rasa sakit yang di rasakan Im Yoona.
….
….
“saya tidak pernah mengunjungi tempat seindah ini” tak henti-hentinya klien dari Amerika –mr. Andrew- memuji keindahan pulau Jeju. “Sepertinya suatu hari nanti aku harus mengajak isteri dan anak-anakku berlibur ke sini”
Kyuhyun tersenyum sopan, “Anda sudah memiliki anak? Padahal masih terlihat sangat muda”
Mr. Andrew tertawa kecil, “kau meledekku PresDir Cho? Aku dan isteriku, Tiffany sudah memiliki seorang putra dan seorang putri. Putra sulungku aku beri nama Elias dan Putri bungsuku bernama Sulli”
“saya kira anda memiliki keluarga yang sangat sempurna. Sepertinya anda memang harus mengajak mereka semua ke sini”
“Aku setuju, kau sendiri apa sudah menikah?” Mr. Andrew menyikut bahu Kyuhyun, “kau tampan, pintar , memiliki latar belakang keluarga yang bagus dan memiliki masa depan yang cerah. Aku yakin banyak gadis yang ingin menikah denganmu PresDir Cho”
Kyuhyun tersenyum lalu menggeleng, “sayangnya tidak semua gadis ingin menikah denganku” Kyuhyun menghela napas, “bahkan gadis yang aku cintai malah memilih untuk meninggalkanku selamanya”
“sepertinya kisah cinta yang tragis, apa kau pernah mengajak gadismu ke sini?” mr. Andrew sepertinya mulai tertarik dengan kisah Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk, ”tentu, saya hanya dua kali ke sini. Dulu bersama gadis itu dan sekarang bersama anda”
“berarti secara tidak langsung aku sudah membuka luka lama mu?” mr. Andrew menyimpulkan, “maafkan aku”
“Tidak apa-apa. Sudah menjadi tugas saya”
Mr Andrew menepuk bahu Kyuhyun, “kata orang jika kau merindukan seseorang datanglah ke air terjun Cheonjiyeon maka kau akan bertemu dengannya”
Kyuhyun tersenyum, hanya mitos.
Kyuhyun merasakan ponselnya berdering, dengan segera dia meminta izin untuk mengangkat telepon.
“Apa?Yoona kecelakaan?”
“baiklah, saya akan segera kesana”
Mr. Andrew menangkap gelagat kurang baik ketika kyuhyun menghampirinya, “Apa terjadi sesuatu?”
“sekretaris saya kecelakaan dan sekarang di rawat di ICU rumah sakit jeju” Kyuhyun menjelaskan.
“Tidak apa-apa lagi pula tugasmu meeting denganku sudah selesai, besok aku akan kembali ke New York”
….
….
Seohyun baru saja keluar dari ICU ketika didapatinya Ki Bum sedang menunggunya didepan pintu ICU, “Oppa, kenapa… “
Belum selesai Seohyun berbicara, tiba-tiba Ki Bum sudah mendekapnya dengan sangat erat, “jangan tinggalkan aku, Hyun-ah”
Seohyun melepaskan pelukan Ki Bum, “Apa maksud Oppa? Aku tidak mengerti”
“tadi tanpa sengaja aku bertemu Dokter Jung di Kedai ikan milik Ibu” Ki Bum menjelaskan, “Dokter Jung mengatakan kalau beberapa hari ini kau bertemu dengan gadis Seoul bernama Im Yoona. Apa saja yang Yoona katakan padamu?”
Seohyun bertambah bingung, “Im Yoona Agassi tidak mengatakan apapun padaku, dia sedang koma. Selama beberapa hari ini aku terus menemaninya, berharap dia segera sadar”
Ki Bum bernapas lega, meski dia juga khawatir dengan keadaan Yoona tapi setidaknya Yoona tidak akan mengatakan apapun pada Seohyun.
“Oppa datang kesini hanya untuk menanyakan hal ini?” Seohyun menatap Ki Bum curiga.
“Tidak juga, Oppa ingin menjemputmu”
Seohyun mengangguk lalu mengikuti langkah Ki Bum menuju parkiran.
….
Baru saja Seohyun berlalu pergi, Kyuhyun tiba-tiba datang dan langsung terburu-buru menghampiri Yoona yang masih tidak sadarkan diri.
Kyuhyun menggenggam tangan Yoona erat, “Yoongie, maafkan aku! Lagi-lagi seseorang harus celaka karena ulahku” Kyuhyun terisak, “andai saja malam itu aku tidak memarahimu mungkin keadaannya tidak akan seperti ini”
“Aku sudah membunuh Joohyun dan sekarang kau celaka juga karena diriku. Aku benar-benar tidak berguna”
Kyuhyun segera menghapus air matanya ketika Dokter Jung masuk ke ruangan ICU, “bagaimana keadaan sekretarisku, dokter?”
Dokter jung menyimpan telapak tangannya di saku jas putih yang dia kenakan lalu berkata, “sudah dua hari ini keadaannya mulai membaik sejak suster Kim merawatnya”
“tapi mengapa Yoona masih belum sadar?”
Dokter Jung tersenyum, “Semuanya butuh proses, tidak bisa terjadi secara instan, Tuan… “
“Kyuhyun, nama saya Cho Kyuhyun”
“ah baiklah Tuan Kyuhyun apa anda berniat membawa Nona Im menjalani perawatan di Seoul?”
Kyuhyun menimang keputusannya, “saya pikir Yoona belum mampu di bawa dalam perjalanan jauh”
“saya setuju, lagi pula ada suster Kim yang bisa menjaga Im Agassi”
Kyuhyun tersenyum, dia semakin penasaran dengan sosok Suster Kim yang diceritakan Dokter Jung. “Apa aku bisa bertemu dengan suster Kim?” tanya Kyuhyun berharap.
“Dia baru saja pulang, Tuan bisa menemuinya besok”
Kyuhyun mengangguk, “Baiklah, terima kasih”
Dokter Jung berlalu dari hadapan Kyuhyun, namun tiba-tiba Kyuhyun memanggil dokter Jung kembali, “Ye? Ada yang bisa saya bantu?”
“Air terjun cheonjiyeon, bisakah anda menggambarkan air terjun itu?”
“Saya kurang tau” Dokter Jung meminta maaf, “anda bisa tanyakan pada tour guide kenalan saya, namanya Kim Ki Bum”
Kyuhyun mengerutkan dahinya, “Kim Ki Bum?”
“Ya, anda mengenalnya?”
“Dia – pernah menjadi tour guide saya”
TBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar