author: richannyda
cast: Seo JooHyun (child)/Kim Seo Hyun
Cho Kyuhyun
Kim Ki Bum
Im Yoona
other cast: Nyonya Seo
Tuan dan Nyonya Kim
Dokter Jung
Taeyeon
Mr. Andrew
Lee Donghae
…..
…..
karena udah janji, makanya aku post sekarang aja. baca ceritanya sampai selesai yah, chingu! biar gak ada salah faham tentang couple-couple nya ^^
…..
….
Nyonya Kim masih terduduk di tempatnya semula di temani suaminya yang sedang menyesap kopi sedikit demi sedikit menghilangkan rasa lelah setelah seharian mencari nafkah di lautan luas.
“kenapa suamiku tiba-tiba kau mengatakan ini semua?” nyonya Kim memulai pembicaraan setelah lama terdiam karena suaminya mengatakan suatu hal yang membuatnya bingung.
“ini demi Seohyun, bagaimana pun juga kita tidak akan selamanya hidup di dunia ini” Tuan Kim kembali menyesap kopinya, “aku takut kita meninggal sebelum sempat mengatakan semuanya pada Seohyun”
“tapi aku belum siap, suamiku” Nyonya Kim merajuk, “aku juga yakin Ki Bum tidak akan setuju jika kita mengatakan ini semua pada Seohyun”
Nyonya Kim tiba-tiba menjentikan jarinya, “ah iya aku tau, untuk sementara waktu biarkan saja ini semua berjalan seperti ini”
Tuan Kim mengerutkan keningnya, bingung, “maksudmu apa, istriku?”
“biarkan saja Seohyun mengetahui kebenaran ini sendiri”
Pembicaraan mereka terhenti ketika mendengar pintu ruang tamu di ketuk dari luar. Nyonya Kim segera mengambil kunci lalu membukakan pintu.
“kau baru pulang, putriku?” nyonya Kim tersenyum lalu memeluk Seohyun, “bagaimana harimu di rumah sakit?”
“Putri kita baru pulang, isteriku” Tuan Kim mengingatkan, “biarkan dia istirahat dulu”
Seohyun tersenyum, “Tidak apa-apa, ayah!” lalu menutup pintu ruang tamu dan memberikan kuncinya pada Tuan Kim, “Aku masuk dulu, ayah, ibu”
“aku benar-benar tidak sanggup jika harus kehilangan malaikat seperti dia” Nyonya Seo berbisik setelah Seohyun menghilang dari pandangannya, “andai saja Sae Hee kita masih hidup pasti dia akan secantik dan sebaik Seohyun”
“kita pernah kehilangan seorang putri, apa kau tidak berpikir kalau orang tua Seohyun juga pasti merasakan apa yang kita rasakan karena mereka berpisah dengan Seohyun selama sepuluh tahun?”
Nyonya Kim mengangguk mengerti meski hatinya sulit menerima kenyataan ini.
…..
…..
Ki Bum merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Baru saja dia mendengar pembicaraan serius orang tuanya. Ki Bum tau, cepat atau lambat kenyataan ini harus diketahui oleh Seohyun tapi dia hanya takut Seohyun akan meninggalkan keluarganya dan dia juga takut jika Seohyun mengetahui kenyataan bahwa orang yang dicintainya akan menikah dengan sahabatnya.
Ya, Ki Bum tau Seohyun mencintai Kyuhyun karena Ki Bum dapat melihat tatapan sayang yang diberikan Seohyun ketika menatap mata Kyuhyun.
“Oppa”
Kibum beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju pintu kamarnya yang baru saja di ketuk adik tersayangnya, “Ada apa?”
“ini” Seohyun memberikan undangan yang tadi siang dia terima dari dokter Jung, “undangan pernikahan Tuan Kyuhyun dan nona Yoona. Pernikahannya Minggu depan”
Tangan Ki Bum bergetar menerima undangan itu,”dokter Jung memintaku untuk datang sekaligus mewakilinya, kalau Oppa tidak mau lebih baik kita tidak usah datang”
ki Bum tersenyum, “kita harus datang” ucapnya mantap, meski dia tau kalau di pesta itu pasti akan ada banyak orang yang mengenal Seohyun atau bahkan akan ada keluarga Seohyun di sana tapi Ki Bum menahan hatinya untuk tidak egois, setidaknya untuk kali ini saja.
“baiklah, kalau begitu aku ke kamar dulu” Seohyun menutup mulutnya yang sedang menguap karena mengantuk, “jangan lupa acaranya Minggu depan”
Seohyun beranjak meninggalkan kamar Ki Bum, “Hyun-ah” Ki Bum memanggil Seohyun sebelum gadis itu menghilang dari pandangannya. Ki Bum merasa ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan kebenaran ini semua.
“Ye?” Seohyun berbalik.
Ki Bum ingin mengatakan semuanya namun terasa sulit untuk diucapkan, “sebenarnya… “
Seohyun nampak penasaran, “Sebenarnya apa?”
Ki Bum tersenyum setelah berhasil menguasai dirinya, “sebenarnya aku menyayangimu lebih dari apapun. Apapun yang terjadi jangan pernah membenci kami” akhirnya Ki Bum lagi-lagi tidak jadi mengatakan yang sebenarnya.
Seohyun tidak mengerti apa yang Ki Bum katakan, tapi dia hanya menjawab, “tentu saja aku tidak akan membenci keluargaku sendiri”
“…… selamat tidur, Seohyunku sayang”
“Selamat tidur, Ki Bum Oppa”
……
……
Seohyun memegang kepalanya, pusing dia rasakan ketika arus ombak yang dilalui kapal arus membuat kepala penumpangnya seperti berputar-putar, begitu juga dengan kepala Seohyun yang terasa pusing.
Ki Bum memberikan air mineral untuk Seohyun, sedikit menyesal juga dia karena uang yang dia punya tidak cukup untuk membeli tiket pesawat terbang.
“terima kasih, O… “belum sempat Seohyun meminum air itu, tiba-tiba perutnya terasa mual. Seohyun pergi keluar dari kabin kapal diikuti Ki Bum di belakangnya.
Seohyun segera memuntahkan isi perutnya tepat di atas air laut yang terus membuatnya pusing, sementara tangannya memegang pagar pembatas agar tidak jatuh ke bawah.
Ki Bum menghampiri Seohyun lalu mengelus punggung adiknya dengan lembut,”aku minta maaf, kau jadi mabuk laut seperti ini” lalu menatap Seohyun khawatir, “seharusnya tadi kita tidak usah berangkat saja”
Seohyun memaksakan untuk tersenyum, “aku tidak apa-apa, Oppa. Jangan salahkan dirimu ini salahku sendiri karena tidak sarapan”
Ki Bum tersenyum lalu mengacak rambut panjang milik Seohyun, namun tiba-tiba kapal menghantam ombak besar hingga kapal menjadi oleng. Seohyun yang posisinya tepat di pinggir dan sudah tidak memegang pagar pembatas tidak dapat mempertahankan keseimbangannya hingga terlempar ke bawah laut.
“Hyun-ah” Ki Bum berteriak khawatir lalu meneriakan nama Seohyun.
Beberapa awak kapal menahan Ki Bum, namun Ki Bum tidak perduli, dia berontak hingga bisa lepas dari para awak kapal yang menahannya lalu Ki Bum langsung terjun ke laut dan berusaha menyelam mencari adiknya.
Sementara itu, Seohyun yang mulai kehabisan napas merasakan potongan-potongan gambar yang selama ini menyiksanya mulai terlihat dengan jelas.
“Hyunie-ya.. Hyunie-ya”
Itu suara Kyuhyun yang sedang memanggil namanya ketika dia terjatuh dari kapal, sepuluh tahun yang lalu. Kini seohyun dapat mengingat itu semua, semuanya.
“Umma, Yoongie, Kyuhyun aku senang karena ternyata kau sudah mencintaiku”
Seohyun akhirnya tidak sadarkan diri karena sudah tidak ada oksigen di bawah sana dan air laut sedikit demi sedikit masuk melalui hidungnya. Seohyun sudah ingat kalau dia adalah Joohyun, apakah Joohyun harus merasakan berada diantara hidup dan mati untuk yang kedua kalinya?
….
Ki Bum akhirnya berhasil menemukan tubuh Seohyun yang sudah tidak berdaya di bawah sana. Dengan segera dia membawa Seohyun bersamanya.
Beberapa awak kapal membantunya menaikan tubuh Seohyun ke atas kapal, “Seohyun, Hyun-ah! Bangunlah ini Oppa” Kibum menepuk-nepuk pipi Seohyun setelah menekan saluran pernapasan gadis itu, “maafkan oppa karena tidak bisa menjagamu dengan baik”
“uhuk uhuk “ Seohyun memuntahkan banyak air laut. Samar-samar dia membuka matanya dan orang yang pertama kali dia lihat adalah sosok Ki Bum yang sedang menatapnya dengan tatapan cemas dan khawatir.
Ki Bum langsung memeluk Seohyun ketika mengetahui gadis itu sudah sadarkan diri, namun Seohyun langsung melepaskan pelukan Ki Bum dengan kasar.
“kamu kenapa, Seohyun?” Ki Bum bertanya dengan bingung. “Ini Oppa, Ki Bum Oppa”
Seohyun menatap Ki Bum dengan penuh kebencian, “jangan panggil aku Seohyun lagi, aku Joohyun” Seohyun terisak, “dan kau bukan kakak ku”
Ki Bum tercengang, Ki Bum tau suat saat hal ini akan terungkap. Seohyun pantas untuk membencinya oleh karena itu Ki Bum memutuskan untuk membiarkan Seohyun sendiri di kabin agar bisa menenangkan dirinya.
Sementara itu Seohyun masih terisak, dia tidak mengerti mengapa Ki Bum melakukan ini semua padanya padahal Ki Bum sudah tau tentang kebenaran ini. Tapi akal sehatnya mulai bicara, mungkin Ki Bum dan orang tuanya tidak menceritakan ini semua tapi mereka sudah merawatnya dengan sangat baik.
Seohyun membayangkan bagaimana jika keluarga Kim tidak menemukannya, mungkin saja dia akan hidup terlunta-lunta tanpa arah dan tujuan.
Seohyun berpikir kalau dirinya tidak tau diri juga tidak tau terima kasih, dia malah bicara kasar pada Ki Bum, orang yang selama ini menyayanginya selayaknya kakak kandungnya sendiri. Lagi pula hal yang mustahil baginya untuk kembali pada Kyuhyun. Meski Seohyun tau Kyuhyun sudah mencintainya tapi untuk saat ini Yoona lebih membutuhkan Kyuhyun daripada siapapun juga di dunia ini. Lebih baik tidak ada yang tau kalau dia adalah Joohyun, tapi bagaimana dengan Nyonya Seo? Nyonya Seo pasti merindukan dirinya, sang putri semata wayang.
Seohyun memutuskan untuk menghampiri Ki Bum yang saat itu berdiri di dekat pagar pembatas, “Oppa”
Ki Bum menoleh lalu tersenyum, “….Seoh.. maksudku Joohyun”
Seohyun menutup mulut Ki Bum dengan jarinya, “Aku tidak mau ke Seoul, aku jadi adik oppa saja” suara Seohyun terdengar terisak, “tapi aku juga ingin bertemu dengan ibu kandungku, tapi Kyuhyun.. bagaimana kalau Kyuhyun tau aku adalah Joohyun?”
“Kyuhyun sudah tau”
Seohyun kaget mendengarnya, “bagaimana mungkin?”
Ki Bum menjelaskan, “Ya, dia sudah tau tapi rasa penyesalannya membuat dia ragu untuk mengatakan ini semua padamu, terlebih dia merasa harus menjaga dan melindungi Yoona”
“kalau begitu kita ke Seoul saja, tapi oppa harus berjanji tidak akan mengatakan pada Kyuhyun kalau ingatanku sudah kembali” Seohyun menatap mata Kibum, “aku ingin bertemu dengan mereka untuk yang terakhir kalinya, setelah itu aku berjanji tidak akan mengusik kehidupan mereka untuk selamanya”
“Lalu bagaimana dengan ibu mu?”
“aku akan bicara jujur padanya. Aku yakin umma pasti akan mengerti”
…..
…..
Nyonya Seo masih duduk di kursi butiknya,seorang maid menghampirinya dan mengatakan kalau upacara pernikahan sebentar lagi akan di mulai. “Tunggu sebentar lagi”
Nyonya Seo melangkahkan kakinya menuju taman belakang, taman yang paling disukai Joohyun. Tempat dimana dia, Joohyun dan mendiang suaminya menghabiskan waktu bersama. Biasanya Joohyun sering bersembunyi darinya lalu dengan mudahnya dia dapat menemukan gadis kecil itu, dimanapun Joohyun bersembunyi.
“Joohyun-ah, keluarlah! Umma tau kau ada di sana”
Seohyun –yang sedang bersembunyi di balik pohon- keluar menghampiri ibunya, diikuti sang kakak –ki Bum- di belakangnya, “Umma”
Nyonya Seo langsung memeluk putrinya dengan penuh haru, “Joohyunie-ya… ini benar-benar kau Hyunie-ya?”
Seohyun menghapus air mata ibunya lalu memeluk ibunya kembali, “Iya, ini Joohyun umma. Joohyun Umma”
“Joohyun-ku, kau kembali pada umma dengan kondisi baik-baik saja” Nyonya Seo memperhatikan Seohyun dari ujung kaki sampai ujung kepala. “dari awal kita bertemu di acara wisuda, umma sudah yakin kalau kau adalah Joohyun umma”
Seohyun tersenyum, “aku juga senang umma. Selama sepuluh tahun ini aku kehilangan ingatan ku sehingga aku tidak bisa mengingat umma namun ikatan batin diantara kita sungguh kuat sehingga aku bisa merasakan kasih sayang umma”
Nyonya Seo memperhatikan Ki Bum yang berdiri di belakang Seohyun, “Joohyun, dia siapa?”
Seohyun menarik tangan Kibum hingga berhadapan dengan ibunya, “dia Kim Ki Bum, selama ini dia dan orang tuanya yang merawatku seperti keluarga sendiri”
Nyonya Seo tersenyum lalu mengelus bahu Ki Bum, “kau anak yang baik, Kyuhyun banyak menceritakan tentangmu padaku”
Seohyun tercengang, “Kyuhyun?”
“Ya, Umma sudah tau kalau kau masih hidup dari Kyuhyun”pandangan Nyonya Seo menerawang jauh, “kau tau kan kalau hari ini Yoona dan Kyuhyun akan menikah?”
Seohyun menganggukan kepalanya, “tentu maka dari itu aku harap umma tidak mengatakan pada Kyuhyun kalau ingatanku sudah pulih” Seohyun menundukan kepalanya, “aku takut Kyuhyun akan ragu. Kasihan Yoona, saat ini dia sangat membutuhkan Kyuhyun”
Nyonya Seo tersenyum, “aku tau kalau kau akan mengatakan ini, aku bangga memiliki putri sepertimu” lalu menepuk bahu Seohyun, “tapi ketahuilah kalau Yoona tidak mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun hanya mencintai dirimu selama sepuluh tahun ini”
“aku tau, tapi aku yakin cepat atau lambat mereka akan saling mencintai apalagi melihat perhatian Kyuhyun saat Yoona sedang koma” Seohyun tertunduk, “rencananya setelah acara pernikahan ini selesai, aku akan menetap di Jeju. Aku hanya tidak ingin mengusik kehidupan mereka”
“apa maksudmu, nak? Hanya karena Kyuhyun dan Yoona kau tega meninggalkan umma?”
“bukan begitu”Seohyun menjelaskan, “Umma bisa menetap disana juga. Aku melakukan ini demi kebaikan kita bersama”
“baiklah” Nyonya Seo mengalah, “lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“aku akan datang ke pernikahan sebagai Kim Seo Hyun bukan sebagai Joohyun lalu besok kita bisa bersama-sama pulang ke Jeju”
Nyonya Seo mengangguk, “Umma setuju, butik yang di Seoul biar asisten umma yang mengelola untuk selanjutnya nanti kau yang mengelola butik ini”
Nyonya Seo memperhatikan penampilan Seohyun, “astaga mengapa baju mu lusuh begini?”
“Tidak apa-apa, Umma” Seohyun tersenyum, “tadi ada sedikit kecelakaan di kapal”
Nyonya Seo tampak khawatir, “tapi kau baik-baik saja kan?”
“Ya, doa umma yang membuatku baik-baik saja”
Nyonya Seo berdecak, “tapi kau harus tetap mengganti bajumu, bagaimana pun juga kau ini putri ku”
Seohyun tersenyum, “baiklah, terserah umma saja”
“ya Sudah, sekarang kau ke depan dulu. Pilih baju mana yang ingin kau pakai, sekalian kau pilihkan baju untuk kakakmu juga” ucapnya sambil melirik Ki Bum.
“Terima kasih Nyonya”
“apa-apaan kau? Kau ini kakaknya Joohyun, panggil aku umma saja! Karena kau anakku juga”
Ki Bum tersenyum pahit, bagaimana pun dulu dia sempat membuat kedua orang ini terpisah jauh tapi sepertinya tidak ada dendam sedikitpun di hati nyonya Seo.
…….
“Astaga kau benar-benar seperti seorang putri” Nyonya Seo memuji Seohyun ketika Seohyun muncul dari balik kamar pas dengan gaun berwarna putih polos selutut tanpa lengan. Sementara itu Ki Bum terlihat tidak nyaman memakai tuxedo hitamnya.
Nyonya Seo tersenyum, “aku benar-benar bahagia memiliki anak secantik dan setampan kalian. Ayo sopir sudah menunggu kita”
Seohyun tak bergeming, “aku dan Ki Bum Oppa naik taksi saja” Seohyun menolak, “aku takut Kyuhyun akan curiga jika aku datang bersama umma”
“kita baru bisa berkumpul sekarang, kau tega sekali, Joohyunie-ya”
“bukan begitu, tapi—“
“Umma mengerti. Ki Bum, jaga adikmu baik-baik yah”
Ki Bum mengangguk, “tidak perlu khawatir, umma”
Sedan hitam milik nyonya Seo melaju dengan kencang, meninggalkan Ki Bum dan Seohyun yang masih berdiri di depan butik.
“biasanya banyak taksi, kenapa kali ini lama sekali” Seohyun mengeluh.
Ki Bum tertawa, “mungkin banyak taksi ketika umurmu masih 12 tahun, Hyun-ah”
“Oppa, kau jahat sekali”
“maafkan aku” Ki Bum tiba-tiba terpikirkan sesuatu yang sebelumnya tidak dia pikirkan”Hyun-ah?”
“Ye?”
“Ada yang harus Oppa lakukan, kau pergi saja dulu. Annyeong” Ki Bum langsung berlari tanpa memperdulikan Seohyun yang terus memanggil namanya.
……
……
“semoga kau bahagia” Nyonya Seo langsung menyalami Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, “terima kasih atas semua yang sudah umma lakukan untukku dan Yoona”
Kyuhyun berjalan menuju altar, menunggu pengantin wanitanya datang. Kyuhyun terpaku di tempatnya ketika melihat Seohyun memasuki gereja. Namun Kyuhyun mencoba untuk tersenyum ketika gadis itu memilih untuk duduk di deretan kursi yang sama dengan Nyonya Seo.
“mungkin ini takdir kita, Joohyun. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu” Kyuhyun membatin.
Sementara itu, Seohyun –yang sedang duduk dideretan yang sama dengan ibunya- mulai saling berbincang-bincang pelan, takut Kyuhyun curiga dengan tingkah laku ibu dan anak ini.
“aku tidak melihat kakakmu” Nyonya Seo berbisik, “kau tidak meninggalkannya kan? Bagaimana kalau dia tersesat”
“itu tidak mungkin, umma. Ki Bum Oppa tau seluk beluk Seoul karena dulu dia sering ke Seoul sewaktu aku masih di bangku kuliah”
“apa kakakmu mengatakan dia akan kemana?”
Seohyun menggeleng begitu juga dengan Nyonya Seo yang berhenti bertanya. Namun tiba-tiba Nyonya Seo teringat sesuatu, “Yoong kan sudah tidak punya ayah, siapa yang menuntunnya menuju altar?”
“Umma benar”
Kyuhyun menengok ke arah pintu gereja ketika para undangan menyambut kedatangan pengantin wanita. Yoona memakai gaun putihnya dengan riasan sederhana yang membuatnya terlihat sangat cantik, dia berjalan menuju altar didampingi oleh seorang pria yang menuntunnya –kim Ki Bum-
Kyuhyun terlihat kaget melihat laki-laki yang mendampingi Yoona, begitu juga dengan Seohyun dan nyonya Seo yang langsung berdiri dari tempat duduknya karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, “apa yang sedang dilakukan Ki Bum Oppa?” Seohyun bergumam pelan.
Kini Ki Bum sudah berhadapan dengan Kyuhyun. Ki Bum memberikan tangan Yoona kepada Kyuhyun. Kyuhyun langsung mengambil tangan Yoona, namun tiba-tiba saja Yoona menghempaskan tangan Kyuhyun.
“Cepat hentikan ini semua, Kyu!” Yoona berucap dengan lantang meski tatapannya hanya lurus ke depan karena tidak bisa melihat apapun selain kegelapan.
“Apa maksudmu, Yoong?”
“sudah aku katakan kalau aku tidak mau menikah denganmu” Yoona menangis, “dan kau tau, Hyunie-ya melihat kita dengan hati yang sakit”
“Yoong, kau –?”
“Ki Bum Oppa sudah mengatakan semuanya padaku” Yoona tertunduk, “Aku memang sudah tidak mempunyai siapapun di dunia ini, tapi aku masih bisa merasakan kasih sayang kau, Joohyun, Nyonya Seo dan teman-temanku yang lain. Justru jika aku menikah denganmu aku malah akan kehilangan semua itu”
Yoona melanjutkan, “Hyunie-ya, kemarilah!” Yoona menggapai-gapai tangannya mencari keberadaan Seohyun, “aku tau kau sudah mengingat semuanya dan aku juga tau kau ada disini, berhentilah berpura-pura, Hyunie-ya”
Seohyun luluh, dia menghampiri Yoona dan menggenggam tangan Yoona, “Aku di sini, Yoong. Aku selalu berada di sampingmu”
Yoona kembali terisak, “Aku tau itu. Aku mohon kembalilah pada Kyuhyun! Kyuhyun sudah sepuluh tahun menunggumu dan aku tidak mau menjadi penghalang kalian hanya karena kalian merasa kasihan padaku”
Setelah beberapa lama terdiam, akhirnya Kyuhyun berucap, “Lalu bagaimana denganmu, Yoong?”
Yoona tertawa lepas, tawa yang selama ini hilang dari paras cantiknya, “kau benar-benar berpikir kalau tidak akan ada yang mau menikah denganku?”
Kyuhyun terdiam, Yoona melanjutkan, “meski aku tidak bisa melihat, tapi aku tetap lebih cantik dari Joohyun mu”
Kyuhyun tersenyum, “benar, kau lebih cantik Im Yoona”
“Sepuluh tahun yang lalu aku pernah menyukai seseorang dan teman-temanku meledekku saat itu” Yoona tersenyum mengenang kejadian itu, “dan tadi pagi pria itu datang menemuiku. Dia meminta maaf padaku atas semua kesalahan yang dia lakukan dan dia juga menyatakan perasaannya padaku”
“Pria itu –Ki Bum Oppa. Aku yakin bisa bahagia dengan pria yang aku cintai” Ki Bum menggenggam erat tangan Yoona, Yoona melanjutkan kata-katanya, “karena itu kalian juga harus berbahagia”
Yoona meraba-raba mencari tangan Kyuhyun dan tangan Seohyun, lalu menyatukan kedua tangan itu, “Kyu, ajaklah pengantinmu menuju altar”
Kyuhyun tersenyum lalu berkata, “Hyunie-ya, mau kah kau menikah denganku?”
Seohyun tidak menjawab, hanya anggukannya yang menjawab pertanyaan Kyuhyun.
FIN
yang udah baca, jangan lupa RCL yah ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar