Minggu, 15 Juli 2012

Love Delayed (Part 4) Karya :Author Richannyda



Author: richannyda
cast: Seo Joohyun (child)/Kim SeoHyun
Cho Kyuhyun
Kim Ki Bum
Im Yoona
other cast: Dokter Jung
Nyonya Seo
Nyonya dan Tuan Kim
Taeyeon
Mr. andrew
Lee Donghae
Seohyun menghela napas panjang, menikmati udara segar yang selama ini dia lewatkan karena kesibukannya di rumah sakit. Hari ini hari Minggu jadi dia bisa berjalan-jalan sesuka hati.
“sedang menunggu kekasihmu kah?” Seohyun tersenyum pada seorang Tourism di depannya.
“Tidak, hanya mencari udara segar”
Tourist itu mengulurkan tangannya, “ Namaku Andrew dari New York, apa kau tour guide?”
“Bukan, saya penduduk asli di sini”
“berarti nona tau legenda air terjun ini?”
“Tentu saja” Seohyun menyahut, “tapi saya datang ke sini hanya untuk berjalan-jalan”
“Apa kau pernah kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupmu?”
Seohyun mengangguk, “Ya, memoriku selama 12 tahun”
“Kau akan menemukannya disini” Mr. Andrew tersenyum penuh arti, “maafkan aku Agassi tapi sebentar lagi pesawatku akan berangkat”
Seohyun masih memikirkan kata-kata yang di ucapkan Tourism itu. Dia tertawa, mengapa aku harus mempercayai kata-kata Tourism itu? Ini sangat konyol.
….
Ki Bum menunggu dengan cemas, ada apa Dokter Jung ingin menemuinya? Ki Bum segera berdiri menyambut Dokter Jung yang datang bersama pria yang asing untuknya.
“Sudah lama menunggu, Ki Bum?” Dokter Kim bertanya sambil tersenyum.
Ki Bum menggeleng, “Tidak juga, ada apa anda mencari saya?”
“Kenalkan, ini Tuan Cho Kyuhyun” Dokter Jung menunjukan Kyuhyun dengan telapak tangannya, “Tuan Cho, Ini Kim Ki Bum tour guide yang saya ceritakan”
Kyuhyun tersenyum lalu mengulurkan tangannya, “Annyeong Hyung, kau mengingatku?”
Ki Bum mengerutkan keningnya lalu menggeleng, “Tidak, siapa kau?”
“Aku Kyuhyun, temannya Yoona, gadis yang kau tolong sepuluh tahun yang lalu”
Ki Bum tau apa yang di maksud Kyuhyun karena dia sangat mengingat kejadian itu namun Ki Bum pura-pura tak mengingatnya, “Benarkah? Maaf mungkin Tuan salah orang” lalu tersenyum, “Jika sudah tidak diperlukan, saya permisi pulang”
“Tunggu dulu” Dokter Jung menahan Kepergian Ki Bum, “Tuan Cho ingin bertanya banyak hal tentang pariwisata pulau Jeju khususnya Air terjun Cheonjiyeon”
“Maaf tapi saya buru-buru, jika ingin tau banyak hal silakan anda langsung menuju cheonjiyeon. Di sana pasti akan ada banyak tour guide yang dengan sukarela membantu anda”
Ki Bum tidak benar-benar pulang ke rumahnya, dia malah memilih untuk pergi ke rumah sakit. Langkah Ki Bum terhenti ketika dirinya sudah berada di depan pintu kamar inap Yoona. Ki Bum ragu apakah dia harus masuk atau tidak ke ruangan itu.
Akhirnya dengan mantap Ki Bum membuka pintu ICU dan tatapannya langsung tertuju pada tubuh lemah milik Yoona, “Im Yoona” Ki Bum memanggil nama itu dengan pelan, bahkan sangat pelan.
Ki Bum memutuskan untuk duduk di kursi – sebelah ranjang pasien- lalu menggenggam tangan Yoona dengan erat, “Maafkan aku” air mata menetes membasahi pipinya, “Tapi aku belum siap untuk kehilangan Seohyun”
Ki Bum melanjutkan, “Kau boleh menghukum ku sepuas hatimu tapi jangan pernah kau pisahkan kami dengan Seohyun”
Ki Bum memutuskan untuk keluar dari ruang inap Yoona tanpa menyadari bahwa Yoona menunjukan reaksi, tangan Yoona bergerak sedikit demi sedikit.
….
….
Kyuhyun merasa semua ini terasa konyol. Meski tidak bertemu beberapa tahun tapi Ki Bum tidak menunjukan perubahan apapun dan Kyuhyun yakin bahwa itu adalah Ki Bum tour guidenya sepuluh tahun yang lalu, tapi mengapa Ki Bum menunjukan reaksi seolah-olah tidak mengenal Kyuhyun?
Tanpa terasa dia sudah sampai di dekat cheonjiyeon. Kyuhyun turun dari mobilnya setelah berpesan pada sang sopir untuk menunggunya sebentar.
Kyuhyun berjalan menyusuri jalan setapak yang sisi kiri dan kanannya di penuhi oleh bunga-bunga berwarna kuning cerah. Sekarang dia sudah sampai di arena air terjun. Kyuhyun terpaku sesaat, keadaannya sangat sepi tapi ada seorang gadis berambut panjang yang sedang duduk di batu besar.
Gadis itu terus menatap air terjun sehingga kyuhyun tidak dapat melihat wajah si gadis.
“Hyunie-ya, apa mungkin… “Kyuhyun bergumam pelan, “Tapi ini tidak mungkin, Joohyun-ku sudah..”
Gadis itu membalikan tubuhnya sehingga dapat melihatnya Kyuhyun, sementara Kyuhyun hanya terpaku melihatnya.
Gadis itu tersenyum lalu membungkukan kepalanya, “Tuan Cho Kyuhyun, kan?”
Kyuhyun mengangguk, “Kau…”
“Kita pernah bertemu sekali di acara wisuda, saya Kim Seo hyun”
Kyuhyun mengangguk, dia ingat bahwa tujuan awal dia ke sini adalah mencari tau tentang gadis ini, tapi begitu sampai di sini dia malah kehilangan kata-kata.
“ku dengar –banyak tour guide di sini, apa kau juga tour guide?”
“bukan” Seohyun menjawab singkat, “tapi kakak ku adalah tour guide, namanya Kim Ki Bum. Dia sangat hebat dalam menjelaskan apapun yang berhubungan dengan pulau Jeju”
Kyuhyun hanya bergumam pelan melihat Seohyun memuji Ki Bum di hadapannya, “dulu kakak mu pernah menjadi tour guide ku, tapi hanya sebentar karena saat itu kau sedang sakit”
“aku pernah sakit?”
“apa kau lupa?” Kyuhyun bertanya keheranan, “waktu itu dia sampai tidak mengantar kami menjelajahi Jeju karena harus menjagamu. Yah, dia mengatakan kalau adiknya sedang sakit” Kyuhyun menoleh ke arah Seohyun, “apa dia mempunyai adik yang lain?”
Seohyun cepat-cepat menggeleng, “Ah tidak, dia hanya memiliki satu adik dan itu aku. Mungkin aku sedikit lupa ketika aku sakit dulu”
“oya, kau sedang apa di sini, Hyunie-ya?” Kyuhyun bertanya sekedar untuk berbasa-basi.
“Hyunie-ya?”
“itu adalah nama panggilan untuk satu-satunya gadis yang aku cintai. Nama aslinya, Seo Joohyun” Kyuhyun menatap Seohyun,“Nama mu Seo Hyun kan?” Kyuhyun bertanya memastikan, “Bukan hal yang aneh kan jika aku memanggilmu Hyunie-ya?”
Seohyun tidak menjawab, dia malah memegang kepalanya erat-erat, merasakan rasa sakit yang amat sangat menyiksa, tiba-tiba potongan-potongan gambar itu seperti menghimpit masuk ke kepalanya.
Gambaran seorang anak lelaki yang sangat mirip dengan cho Kyuhyun, “Hyunie-ya, yang di bawah itu tas milikmu?”
“Kau mau pindah rumah,Hyunie-ya? Besar sekali tasmu”
Seohyun terus saja memegang kepalanya yang terasa sakit.
Kyuhyun bingung melihat hal itu, “Agassi, kau tidak apa-apa?” Kyuhyun semakin khawatir, “ayo aku antar ke rumah sakit”
….
….
“Kau sudah bangun?” Kyuhyun masih menatap Seohyun dengan cemas, “minumlah, aku akan memanggil dokter” ucapnya seraya memberikan segelas air putih pada Seohyun.
Seohyun mengambil gelas itu, “terima kasih” ucapnya lalu meminum air itu sedikit demi sedikit.
“Hyun-ah, kau tidak apa-apa” Ki Bum langsung menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, “katakan padaku apa yang terjadi!”
“Aku tidak apa-apa, Oppa” Seohyun menjawab dengan lemas.
“Benarkah?” Ki Bum bertanya tak yakin, lalu tatapannya beralih pada Kyuhyun dan langsung memegang kerah kemeja Kyuhyun, “Apa dia yang membuatmu seperti ini?”
Kyuhyun hanya diam, tidak mengatakan apapun pada Ki Bum.
“Bukan” Seohyun yang menjawab, “Justru Tuan Cho yang menolongku. Oppa harus mengucapkan terima kasih padanya!”
Ki Bum melepaskan tangannya dari kerah kemeja Kyuhyun, “maaf, aku sudah salah faham” ucapnya menyesal, lalu tersenyum dan menghampiri Seohyun, “terima kasih sudah menyelamatkan adikku, dia adalah harta berharga ku”
Dokter Jung tiba-tiba masuk ke ruang inap Seohyun dan memeriksa keadaan Seohyun, “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, besok juga kau bisa pulang”
Seohyun tersenyum, “Terima kasih, Dokter”
“Iya, sama-sama Suster Kim” Dokter Jung tersenyum, “Oya Tuan Cho, kondisi Yoona Agassi menunjukan perkembangan yang sangat signifikan”
Ki Bum kaget mendengarnya, baru tadi siang dia melihat kondisi Yoona masih kritis, tapi kenapa sekarang kondisi Yoona membaik?
“Ah, karena Seohyun Agassi keadaannya sudah membaik, saya permisi dulu karena saya harus melihat kondisi Yoona” Kyuhyun berpamitan keluar dari ruang inap Seohyun.
Mengapa aku merasa sakit melihat perhatian Tuan Cho begitu besar pada Nona Yoona? Nona Yoona pasti sangat senang memiliki seseorang sebaik Tuan Cho.
….
Malam itu Seohyun benar-benar tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya terus menerus beralih pada Kyuhyun dan Yoona.
Seohyun melihat Ki Bum sudah tertidur dengan pulas di sofa. Seohyun bangun dengan hati-hati dan melangkah dengan hati-hati juga keluar dari kamar, takut sang kakak terbangun dan mencengahnya pergi.
Tanpa sadar dia sudah berada di depan ruang inap Yoona. Suara tangisan, Seohyun dapat mendengarnya meski samar-samar.
Seohyun sangat yakin kalau itu adalah suara isakan dari Kyuhyun. Ada rasa tidak rela muncul dari hatinya, mengapa rasanya sesakit ini?
Seohyun mencoba melihat keadaan di dalam ruang inap Yoona melalui kaca kecil di pintu. Seohyun dapat melihat Kyuhyun memegang erat tangan Yoona tanpa melepaskannya sedikitpun, “Yoong” tiba-tiba bibir Kyuhyun bergerak, menyebut nama panggilan gadis itu dengan penuh perasaan. “bangunlah, aku mohon”
Hati seohyun merasa teriris melihat dan mendengar itu semua, tanpa sadar pipinya sudah basah oleh air matanya sendiri.
“Yoongie” kali ini isakan Kyuhyun lebih hebat begitupun isakan dirinya.
….
….
Baru saja Kyuhyun keluar dari ruang inap Yoona, Ki Bum langsung masuk diam-diam untuk melihat kondisi Yoona. Sementara Seohyun sudah dia antar pulang tadi pagi.
Ki Bum mulai mengajak Yoona berbicara, “aku senang kau sembuh” lalu tersenyum, “aku juga yakin kalau kau akan langsung mengenali Seohyun jika kau bertemu dengannya”
Ki Bum melanjutkan, “Seohyun adalah sahabatmu yang tenggelam waktu kalian dalam perjalanan pulang” Ki Bum merasa bebannya berkurang setelah mengatakan ini, lagi pula Yoona tidak mungkin mendengarnya. Meski nanti dia sudah sadar, tapi Ki Bum yakin kalau Yoona tidak mungkin mengingat apa saja yang sudah dia katakan, “Aku menemukannya di pinggir pantai”
“saat itu keluargaku masih terpukul karena Kepergian adikku, Kim Sae Hee.tapi sejak kedatangan temanmu, kondisi keluargaku menjadi penuh dengan canda dan tawa. Dia juga mengira kami adalah keluarganya karena dia mengalami amnesia dan kami memberikan nama baru untuknya, Kim Seo Hyun”
Tiba-tiba pintu kamar inap Yoona terbuka, kyuhyun tertunduk lesu setelah mendengar semua yang dikatakan Ki Bum, “jadi.. Seohyun itu benar-benar… Seo Joo Hyun ku?”
Ki Bum tidak menjawab, dia masih shocked karena kedatangan Kyuhyun begitu tiba-tiba.
Kyuhyun yang sedang kalap langsung menghampiri Ki Bum dan memberikan pukulan bertubi-tubi di perut Ki Bum, tanpa memperdulikan kondisi Yoona yang masih terbaring lemah di dekatnya, “mengapa kau lakukan semua ini, hah?” Kyuhyun berteriak keras, “apa kau tau apa yang aku rasakan selama sepuluh tahun ini, hah?”
Ki Bum tersenyum melecehkan Kyuhyun, lalu berkata, “ayo, pukul aku sampai kau puas” lalu memegang perutnya yang masih terasa sakit karena pukulan Kyuhyun, “sekarang apa yang akan kau lakukan? Kau akan memberi tahu Seohyun tentang ini semua?”
“tentu, tentu saja aku akan mengatakan ini semua pada Seohyun” Kyuhyun mengancam, “supaya Seohyun tau kalau dia adalah Joohyun dan supaya dia tau kejahatanmu yang ingin memisahkan Joohyun dengan kehidupannya yang dulu”
“lalu apa lagi yang akan kau katakan?” Ki Bum menantang, “apa kau akan mengatakan juga padanya kalau kau tak menolongnya dan tidak mencarinya sama sekali?”
“Diam!” Kyuhyun berteriak, “tim pencari sudah mencarinya kemana-mana namun mereka tidak menemukan apapun tentang keberadaaan Joohyun”
“dan kau cukup puas dengan bantuan tim pencari?” Ki Bum tersenyum meremehkan, “sekarang, coba kau katakan apa yang membuat Seohyun terjatuh dari kapal”
Kyuhyun hanya terdiam, “Joohyun jatuh karena… “
Lagi-lagi Ki Bum tersenyum sinis, “Sudah aku duga, kau pasti yang membuat Seohyun celaka iya kan?” Ki Bum melanjutkan, “jika nanti Seohyun mengetahui masa lalunya, dia pasti akan membencimu dan dia juga akan menderita lagi sama seperti apa yang pernah kau lakukan padanya dulu”
Kyuhyun terdiam, dia ingat apa saja yang dulu dia lakukan pada Joohyun sampai akhirnya Joohyun terjatuh dari kapal dan Kyuhyun hanya puas dengan bantuan Tim pencari tanpa berusaha mencari Joohyun dengan usahanya sendiri. Sekarang semua penyesalan baru dia rasakan.
Ki Bum berdiri di tempatnya lalu berkata, “lupakan saja apa yang kau dengar hari ini, lupakan saja kalau kau pernah bertemu dengan gadis yang mirip dengan gadis di masa lalumu dan segeralah pulang ke Seoul”
Ki Bum melanjutkan, “Joohyun mu sudah memiliki kehidupan sendiri di sini, jangan usik kehidupannya dan jangan katakan pada siapapun kalau Kim Seo Hyun adalah Seo Joohyun. Aku yakin kau pasti bisa mendapatkan gadis manapun yang kau suka, tapi tidak dengan Seohyun karena Seohyun hanya milik ku dan milik orang tuaku”
“aaarrrgghh” ucapan Ki Bum terhenti ketika mendengar suara milik Yoona.
Kyuhyun segera menghambur menghampiri Yoona, “Yoong, kau sudah sadar? Yoong”
Yoona perlahan menggerakan tangannya lalu membuka matanya sedikit demi sedikit.
“Kyu.. Kyuhyun” Yoona berteriak histeris.
Kyuhyun menggenggam tangan Yoona dengan erat, “iya, Yoong! Ada apa? Aku di sini”
Sementara itu, Ki Bum memperhatikan Yoona dengan tatapan cemas dan khawatir.
“bos Kyuhyun, tolong nyalakan lampunya” Yoona terisak, “aku mohon nyalakan lampunya”
…..
…..
Seohyun sudah mulai bekerja seperti biasa. Dua hari yang lalu Ki Bum memberi tahu dirinya kalau Yoona sudah sadar tapi kecelakaan yang menimpanya membuat Yoona mengalami kebutaan. Dengan hati-hati, Seohyun masuk ke ruang inap Yoona. Dilihatnya gadis itu sedang tertatih-tatih duduk di ranjang pasien lalu mulai menangis.
Yoona sepertinya tidak menyadari kehadiran seorang suster didekatnya, “Hyunie-ya, selama aku koma aku merasakan kehadiranmu di sampingku” Yoona berucap sambil terisak, “Mengapa kau tidak mengajakku ikut bersama mu? Kau benar-benar sahabat yang jahat, Hyunie-ya!”
Seohyun semakin miris mendengar kata-kata Yoona berikutnya, “Aku sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini dan sekarang aku harus kehilangan pengelihatanku” Yoona tersenyum perih, “matipun tidak akan ada yang memperdulikanku, sementara dirimu banyak orang yang bersedih karena kematianmu. Kasihan nyonya Seo dan Kyuhyun”
Seohyun memutuskan untuk keluar dari kamar Yoona sembari menghapus air matanya sesekali tanpa sengaja dia berpapasan dengan Kyuhyun. Kyuhyun hanya berjalan melewatinya tanpa bicara sepatah katapun.
Seohyun bingung apa yang sebenarnya terjadi atau mungkin Kyuhyun seperti itu karena dia sedang bingung menghadapi kondisi Yoona saat ini, itulah yang dipikirkan Seohyun.
…..
Kyuhyun merasa hatinya sakit ketika berpapasan dengan Joohyun tapi dia tidak bisa memeluk gadis itu dan tidak bisa mengatakan kalau dia sangat menyayanginya karena saat ini Joohyun adalah Seohyun dan Kyuhyun takut Seohyun akan membencinya jika Seohyun tau tentang masa lalunya.
kyuhyun masuk ke ruang inap Yoona dan langsung duduk di dekat gadis itu, “Sudahlah jangan menangis” Kyuhyun berbisik di telinga Yoona sambil menghapus air mata gadis itu.
Yoona menghentikan isakannya, “sekarang aku benar-benar sudah tidak berguna, Kyu” Yoona tersenyum pahit, “dengan keadaanku yang sekarang, tidak akan ada satu pria pun yang melirikku”
Kyuhyun memeluk Yoona dengan erat, bermaksud untuk menghibur gadis itu, “aku akan menikahimu”
Yoona melepaskan pelukan Kyuhyun, “apa maksudmu? Aku tidak mau mengkhianati Joohyun” Yoona langsung berdiri menjauhi Kyuhyun dengan tangan menggapai-gapai benda di sekitarnya, sampai tanpa sengaja dia menubruk sofa dan terjatuh.
Kyuhyun langsung menghampiri Yoona dan memeluk gadis itu, “Kau tidak mengkhianati Joohyun, Joohyun sudah tidak ada di dunia ini” Kyuhyun berkata bohong, “dan aku yakin jika hanya kau satu-satunya gadis yang direstui oleh Joohyun untuk menjadi pengganti dirinya”
Yoona menangis sesenggukan, “Hyunie-ya, maafkan aku! Maafkan sahabatmu yang jahat ini”
Kyuhyun memegang bahu Yoona, “Percayalah! Joohyun akan bahagia melihat kita, besok aku akan mengurus kepulangan kita ke Seoul dan aku juga akan mengurus pernikahan kita”
……
……
Seohyun melakukan tugasnya seperti biasa, memeriksa keadaan pasien dan menanyakan keluhan-keluhannya untuk selanjutnya dia diskusikan dengan Dokter Jung.
Sudah sebulan sejak Kepergian Kyuhyun dan Yoona yang pulang ke Seoul. Seohyun ingat kalau saat itu Kyuhyun bahkan tidak mengatakan sepatah katapun padanya, begitu juga dengan Yoona. Kyuhyun sepertinya sangat takut jika Yoona berbicara dengan Seohyun.
Kyuhyun dan Yoona mungkin hanya tamu yang singgah sebentar di kehidupannya. Seohyun tidak mau terlalu memikirkan hal itu.
“suster kim, apa anda tidak mendengarku?” Seohyun kaget mendengar ucapan Dokter Jung, “kalau tidak enak badan, lebih baik istirahat dulu”
Seohyun menggeleng, “saya baik-baik saja, dokter”
Dokter Jung tersenyum lalu memberikan amplop berwarna biru muda kepada Seohyun, “ini apa?” Seohyun bertanya bingung.
“itu undangan pernikahan”dokter Jung menjelaskan, “Minggu depan Yoona Agassi dan Tuan Kyuhyun akan menikah, suster Kim, saya dan Ki Bum di undang”
Seohyun tersentak mendengarnya, “ah saya senang, mereka pasangan yang sangat serasi”
“saya tidak bisa menghadiri acara itu karena harus menghadiri seminar” Dokter Jung melanjutkan, “tapi saya harap suster Kim dan Ki Bum bisa datang karena nona Im sangat mengharapkan kedatangan kalian, masalah akomodasi tidak perlu khawatir karena saya akan mengurusnya”
Seohyun mengangguk, “baik, saya akan membicarakannya dengan kakak saya”
…..
…..
Nyonya Seo masih mengacak-ngacak puluhan tuksedo di hadapannya. Kedua orang tua Kyuhyun di Amerika sudah mempercayakan semuanya pada Nyonya Seo. Nyonya Seo sendiri merasa harus bertanggung jawab dengan ini semua karena kedua orang tua Yoona sudah meninggal dunia sementara kondisi Yoona sekarang ini tidak memungkinkan untuk mengurus semuanya seorang diri.
“Umma, menurut umma bagaimana yang ini?” Kyuhyun keluar dari kamar pas dengan tuksedo hitam yang membuatnya terlihat semakin dewasa.
Nyonya Seo merapikan tuksedo milik Kyuhyun lalu menepuk bahu pemuda itu dengan lembut, “kau terlihat seperti seorang pangeran” tatapan mata Nyonya Seo menerawang jauh, hingga tanpa sadar membuat pipinya basah, “dulu aku sempat membayangkan kau memakai tuksedo hitam sementara putriku, Joohyun memakai gaun berwarna putih lalu kalian bergandengan tangan menuju altar”
Kyuhyun kembali di hinggapi rasa bersalah, “apa umma siap jika aku mengatakan sesuatu pada umma?”
Ketulusan yang di miliki Nyonya Seo membuat Kyuhyun tidak sanggup lagi menyimpan semua yang dia tahan selama ini, “Apa yang akan kau katakan itu ada hubungannya dengan Joohyun ku?”
Kyuhyun mengangguk mantap. Kali ini dia sudah siap untuk menceritakan ini semua, “sebenarnya Joohyun putri anda, dia— masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja”
Nyonya Seo tercengang mendengarnya, “kau tidak sedang membohongi ku kan kyuhyun?”
Kyuhyun menceritakan semuanya pada nyonya Seo, mulai dari dia pergi ke Jeju sampai akhirnya dia mengetahui kebenaran itu dan memutuskan untuk menikahi Yoona karena merasa tidak mungkin baginya untuk bersatu dengan Joohyun terlebih kenyataan yang mengharuskannya untuk menjaga dan melindungi Yoona dengan keadaannya yang seperti ini.
“Aku—ingin bertemu dengan putriku, Joohyun” kalimat itulah yang pertama kali diucapkan Nyonya Seo setelah mendengarkan penuturan dari Kyuhyun, “kau bisa mengantarkanku ke Jeju? Mereka bisa saja memisahkan Joohyun darimu tapi mereka tidak boleh memisahkanku dari darah dagingku sendiri”
“kita tidak bisa datang ke Jeju lalu tiba-tiba mengatakan kalau Seohyun adalah putri umma. Lagi pula Seohyun bisa saja menolak umma karena umma tidak ada dalam memory ingatannya”
Nyonya Seo tertunduk lesu, “bahkan ketika aku sudah mengetahui keberadaannya, aku tetap tidak bisa memeluknya, tidak bisa mengatakan kalau aku sangat merindukannya”
“umma, Joohyun akan datang di pernikahanku” Kyuhyun tersenyum, “Yoong mengundangnya datang”
Joohyun putriku, aku senang karena bisa bertemu denganmu, bisa melihatmu meski mungkin kau tak akan mengenaliku tapi bagaimana denganmu? Apa kau akan baik-baik saja melihat orang yang sangat kau cintai bersanding dengan sahabatmu yang sangat kau sayangi? Umma tau meski kyuhyun tidak ada dalam memori ingatanmu tapi Kyuhyun tetap ada dalam hatimu, kan? Hatimu tidak mungkin akan baik-baik saja melihat ini semua.
Tapi umma yakin kau adalah sosok yang tegar, kau pasti akan mengerti kalau Yoong lebih membutuhkan Kyuhyun mu untuk saat ini, umma harap hati mu tidak akan sakit, joohyun putriku.
…..
…..
TBC
oke sebelumnya makasih buat adikku yang udah berbaik hati ngijinin aku numpang post ff disini pake akun wordpress dia. dan buat reader juga makasih udah RCL ff aku, jujur ini adalah ff series pertama aku yang pake cast seokyu hehe
dan part 5 itu adalah part terakhir mungkin terlalu cepat ending tapi kalo di perpanjang lagi takutnya inti ceritanya malah muter-muter. part 5 pengennya di post besok tapi besok rencananya mau nengok kakek yang lagi sakit. jadi aku post lusa gak apa-apa kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar