BOOK review
Started on: 28.April.2012
Penulis : RisTee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Kehidupan Kanya yang baru memasuki semester awal kelas 2 SMA-nya serasa seperti mimpi buruk. Mimpi buruk itu disebabkan oleh seorang perempuan bernama Bianca, yang menjadi murid baru di kelasnya, bahkan menjadi teman sekamarnya di asrama. Sebenarnya, ini bukan pertama kali keduanya bertemu; Kanya mempunyai banyak kenangan buruk bersama Bianca semasa SMP dulu. Dan ketika mereka bertemu lagi, Bianca semakin membuat kehidupan Kanya di sekolah kacau. Oleh karena itulah, Kanya selalu menyebut Bianca sebagai musuh bebuyutannya.
Kanya memiliki 3 orang sahabat baik: Vinka, Naira, dan Alin. Sahabat-sahabat Kanya awalnya tidak membela, karena mereka belum mengenal Bianca dengan baik. Bahkan mereka sulit mempercayai bahwa Bianca melakukan banyak sekali hal licik dan iseng terhadap Kanya; membuat gadis itu selalu kerepotan dan terkena banyak masalah. Tidak jarang Bianca melakukan hal-hal yang iseng dan mengganggu Kanya, seperti menyembunyikan seragamnya, menyalakan lampu saat jam malam, mencoret-coret muka Kanya, dan lain sebagainya. Meskipun begitu, Kanya tidak diam saja dan selalu merencanakan banyak hal untuk membalas perbuatan jahat Bianca. Oleh karena itu, Kanya seringkali mendapat masalah di sekolah.
Seiring berjalannya waktu, sahabat-sahabat Kanya bahkan Mama dan Kakaknya meminta Kanya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Bianca secara baik-baik. Ketika Kanya benar-benar berusaha berdamai, ternyata Bianca malah berulah semakin kejam, membuat Kanya dijauhi oleh banyak orang. Apa yang harus dilakukan oleh Kanya? Dan apa alasan Bianca begitu membenci dirinya semenjak SMP dulu?
Karakter Bianca dalam buku ini digambarkan dengan bagus, karena aku benar-benar merasa sebal padanya sampai mempunyai keinginan untuk melempar bola basket pada wajahnya. Karakter Kanya sendiri yang cukup egois (menurutku) juga terkadang bisa jadi sangat menyebalkan. Tetapi yang terpenting dari buku ini adalah moral yang diajarkan. Meskipun semua karakter-karakter itu mempunyai kekurangan dan permasalahan mereka sendiri, mereka berhasil menyelesaikan semuanya dengan baik; dan itu membuat mereka bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih baik. Dengan plot yang cukup sederhana, penyelesaian masalah cerita ini sebetulnya cukup tertebak, tetapi aku tetap menikmati setiap bagiannya yang menceritakan indahnya persahabatan dan dunia masa remaja.
Seiring berjalannya waktu, sahabat-sahabat Kanya bahkan Mama dan Kakaknya meminta Kanya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Bianca secara baik-baik. Ketika Kanya benar-benar berusaha berdamai, ternyata Bianca malah berulah semakin kejam, membuat Kanya dijauhi oleh banyak orang. Apa yang harus dilakukan oleh Kanya? Dan apa alasan Bianca begitu membenci dirinya semenjak SMP dulu?
Sudah cukup lama aku tidak membaca teenlit semacam ini, yang sangat terfokus kepada dunia sekolah. Dan jujur saja, membaca buku ini terasa sangat ringan dan menyegarkan; meskipun terkadang dibuat sebal juga dengan tingkah laku karakter-karakter dalam buku ini. Aku rasa itu semua karena aku juga sudah semakin berumur (baca: tua), sehingga aku mulai merasa sedikit sulit untuk bersimpati pada kelakuan anak-anak remaja dalam buku ini. Jika aku pikirkan dari sudut pandang remaja, aku bisa sangat mengerti mengapa Kanya merasa sangat marah dan kesal terhadap semua perlakuan Bianca; karena pada masa sekolah - apalagi SMA - kehilangan teman-teman dan dikucilkan adalah perasaan yang paling buruk dan tidak mengenakkan. Dan saat itu, pastinya ada keinginan untuk membalas dendam."Kanya, dalam hidup, kadang kita harus menghadapi berbagai hal yang, kalau boleh milih, mungkin kita akan memilih untuk menghindarinya. Tapi kalau kita menghindar terus, kapan kamu jadi dewasa?"
Karakter Bianca dalam buku ini digambarkan dengan bagus, karena aku benar-benar merasa sebal padanya sampai mempunyai keinginan untuk melempar bola basket pada wajahnya. Karakter Kanya sendiri yang cukup egois (menurutku) juga terkadang bisa jadi sangat menyebalkan. Tetapi yang terpenting dari buku ini adalah moral yang diajarkan. Meskipun semua karakter-karakter itu mempunyai kekurangan dan permasalahan mereka sendiri, mereka berhasil menyelesaikan semuanya dengan baik; dan itu membuat mereka bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih baik. Dengan plot yang cukup sederhana, penyelesaian masalah cerita ini sebetulnya cukup tertebak, tetapi aku tetap menikmati setiap bagiannya yang menceritakan indahnya persahabatan dan dunia masa remaja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar